Empat Desa Di Kecamatan Kaliwungu Terendam, Akibat Luapan Sungai Wulan

oleh -203 kali dibaca
Sejumlah relawan FRPB Kudus saat melakukan evakuasi sepeda motor yang sempat terendam banjir (Foto: istimewa/BPBD)

Kudus, isknews.com – Banjir menggenang di empat desa yang berada di wilayah Kecamatan Kaliwungu. Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan mengatakan banjir terjadi di Desa Setrokalangan, Desa Garung Kidul, Desa Kedungdowo dan Desa Banget.

Banjir ini diakibatkan oleh luapan dari sungai wulan yang sudah tidak bisa menampung air karena curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir.

Ketinggian genangan air bervariasi antara 20 cm sampai 100 cm. Banjir juga menutup akses jalan satu – satunya menuju Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan. Akibatnya, sekitar 1200 warga di dukuh tersebut terisolir.

“Rumah warga sampai saat ini belum tergenang air, Satgas PBP Kecamatan bersama BPBD dan TNI Polri sudah membuat pembatas jalan dari bambu dan rafia di sepanjang jalan garung kidul menuju dukuh Karangturi” jelasnya.

Dukuh Kalangan, menurutnya ada 13 rumah warga yang terendam banjir dan di Dukuh Setro ada 30 rumah. Lebih lanjut, banjir juga menggenang di Dukuh Tempel Desa Kedungdowo hingga masuk ke 3 rumah warga serta di Desa Banget ada 52 rumah yang terendam banjir.

“Posko pengungsian yang ada di aula Kecamatan Kaliwungu saat ini masih nihil, warga masih memilih bertahan di rumah atau mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir” tuturnya, Minggu (31/01/2021).

Dari data yang tercatat oleh pihaknya, diketahui Desa Setrokalangan, Dukuh Kalangan RT 2/1 = 2 KK atau 6 jiwa, RT 3/1 = 3 KK atau 11 jiwa, RT 4/1 = 3 KK atau 8 jiwa, RT 5/1 = 5 KK atau 19 jiwa. Dukuh Setro RT 1/2 = 12 KK atau 41 jiwa, RT 2/2 = 11 KK atau 41 jiwa, RT 3/2 = 7 KK atau 27 jiwa. Dukuh Karangturi nihil.

Desa Kedungdowo, Dukuh Tempel RT 5/3 = 3 KK atau 10 jiwa. Desa Banget, RT 3/1 = 7 KK atau 22 jiwa, RT 1/3 = 13 KK atau 47 jiwa, RT 2/3 = 4 KK atau 12 jiwa, RT 3/3 = 9 KK atau 29 jiwa, RT 4/3 = 3 KK atau 11 jiwa, RT 5/3 = 2 KK atau 4 jiwa, RT 3/4 = 10 KK atau 38 jiwa, RT 4/4 = 4 KK atau 13 jiwa.

Sementara itu, menurut Kepala Pelaksana Harian (Kalkhar) BPBD Kudus Budi Waluyo, limpasan air dari speelway Goleng imbas dari debit sungai Wulan tinggi sudah mencapai pemukiman di Desa Setrokalangan, Kedungdowo dan Banget.

“Ketinggian air di pemukiman warga yang tergenang akibat banjir antara 20-100 cm. Selain pemukiman warga, air juga merendam halaman SDN 1 Setrokalangan setinggi 100 cm,” kata Budi Waluyo.

Akses jalan menuju Dukuh Karangturi terendam air mencapai10 – 70 cm. Sedangkan area persawahan yang terendam sekitar 80 ha dengan masa tanah sekitar 1,5 bulan.

Saat ini pihaknya bersama Satgas PBP Kecamatan bersama BPBD dan TNI Polri membuat trajak (pembatas jalan) dari bambu dan rafia di sepanjang jalan garung kidul – karangturi.

“Sampai dengan saat ini masih dilakukan upaya perbaikan tanggul yang longsor di timur jembatan setrokalangan menggunakan eskavator dari BBWS dan bantuan warga menggunakan sak yang diisi tanah, agar air tidak melimpas ke arah dukuh karangturi,” jelasnya.

Kendati demikian, dia mengatakan, jika posko pengungsian di aula Kecamatan Kaliwungu hingga saat ini masih kosong.

“Sebagian warga masih bertahan di rumah, juga ada yang mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir,” tutupnya.

Para relawan dan warga sekitar telah berupaya melakukan perbaikan tanggul yang longsor di timur jembatan setrokalangan menggunakan eskavator dari BBWS dan karung yang diisi tanah, agar air tidak terus melimpas ke arah Dukuh Karangturi.

Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Siswanto mengatakan bantuan perahu untuk mobilitas warga Dukuh Karangturi baru akan digunakan mulai besok pagi.

“Ini hari libur untuk bekerja, kalau besok pagi mulai subuh mobilitas warga sudah mulai bergerak pakai perahu atau truk” katanya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.