Empat Jembatan Garuda Rampung, Kodim 0722/Kudus Lanjutkan Pembangunan di Empat Titik

oleh -870 Dilihat
Peresmian Jembatan Garuda di Dukuh Kedung Mojo, Kudus. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Kodim 0722/Kudus terus mempercepat pembangunan Jembatan Garuda di berbagai wilayah sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.

Hingga saat ini, empat jembatan telah rampung dibangun, sementara empat titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andreasie, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda diprioritaskan pada lokasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, baik sebagai penghubung antar desa maupun antar dukuh.

“Tujuan yang pertama tentu untuk konektivitas, sebagai penghubung antara desa maupun antar dukuh. Kemudian yang kedua juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Dandim.

Menurutnya, manfaat pembangunan jembatan sudah mulai dirasakan warga. Salah satunya Jembatan Garuda di Dukuh Kedung Mojo yang kini dimanfaatkan masyarakat untuk mengangkut hasil panen tebu sehingga aktivitas pertanian menjadi lebih mudah dan efisien.

“Di Dukuh Kedung Mojo ini jembatan sudah digunakan warga untuk memanen tebu. Itu menunjukkan bahwa jembatan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut juga menjawab harapan warga yang telah lama menginginkan akses permanen.

Bahkan sebelumnya masyarakat sempat berinisiatif membangun jembatan secara swadaya, namun belum berhasil direalisasikan.

“Dari histori yang saya dengar, warga pernah berencana membangun secara swadaya tetapi belum tercapai. Karena itu kami hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Semoga jembatan ini terus memberikan manfaat bagi warga,” ungkapnya.

Dandim menambahkan, pembangunan Jembatan Garuda di Kedung Mojo dimulai pada 5 Juni 2026 dan selesai pada 4 Juli 2026.

Selain di lokasi tersebut, Kodim 0722/Kudus juga telah menyelesaikan pembangunan jembatan di Desa Mijen, Desa Lau, dan Pedawang. Pedawang menjadi lokasi pertama pemasangan jembatan armco di Kabupaten Kudus.

Saat ini, pembangunan masih berlangsung di empat titik lainnya, yakni wilayah Kapuan, Kecamatan Kaliwungu, Rejosari, dan Tawang.

Menurut Yuusufa, penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan tingkat kemanfaatan bagi masyarakat.

Salah satu indikatornya adalah adanya usulan warga serta kondisi di lapangan, seperti keberadaan jembatan lama yang rusak atau masyarakat yang telah membuat jembatan darurat dari bambu secara swadaya.

“Kalau masyarakat sampai membuat jembatan bambu secara swadaya, berarti memang sangat membutuhkan. Begitu juga jembatan yang dulu pernah ada kemudian rusak, namun masih menjadi jalur utama warga. Itu yang menjadi prioritas pembangunan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famni Dwi Arfana, mengatakan lokasi pembangunan Jembatan Garuda berasal dari usulan pemerintah desa yang kemudian diverifikasi bersama sebelum ditetapkan sebagai prioritas.

“Itu merupakan usulan dari desa. Ada beberapa usulan yang masuk, kemudian kami lakukan verifikasi sehingga diketahui mana yang paling prioritas untuk dibangun,” kata Famni.

Ia menambahkan, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kudus dan Kodim 0722/Kudus tidak hanya dilakukan melalui pembangunan Jembatan Garuda, tetapi juga berbagai program infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat lainnya, seperti pembangunan sumur, pipanisasi, serta kegiatan yang mendukung kesejahteraan masyarakat desa.

“Harapannya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI terus terjalin sehingga semakin banyak program pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.