Endhah Sam’ani Ajak Ibu-Ibu Kreatif Olah Ikan, Dukung Percepatan Penurunan Stunting

oleh -229 Dilihat
Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam'ani Intakoris, memberikan sambutan pada kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kelurahan Wergu Wetan, Kabupaten Kudus, Jumat (31/7/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, mengajak para ibu untuk lebih kreatif mengolah ikan menjadi beragam menu bergizi bagi keluarga. Menurutnya, kebiasaan menyajikan olahan ikan di rumah dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus.

Ajakan tersebut disampaikan Endhah saat menghadiri kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kelurahan Wergu Wetan, Jumat (31/7/2026). Program yang diinisiasi bersama berbagai pihak itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas, khususnya bagi balita dan anak-anak.

Endhah mengatakan edukasi kepada para ibu tidak cukup hanya sebatas penyampaian materi. Ke depan, ia berharap kegiatan serupa juga dilengkapi dengan praktik mengolah aneka hidangan berbahan dasar ikan agar masyarakat lebih mudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kami ingin ibu-ibu tidak hanya mendapat edukasi, tetapi juga praktik membuat berbagai menu berbahan ikan sehingga bisa langsung diterapkan di rumah,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemenuhan gizi keluarga tidak harus bergantung pada ikan dengan harga mahal. Beragam jenis ikan yang mudah dijumpai di pasar tradisional, seperti ikan kembung, lele, dan nila, memiliki kandungan protein tinggi serta lebih terjangkau bagi masyarakat.

Jangan berpikir harus membeli ikan mahal. Ikan kembung, lele, dan nila juga kaya protein. Tinggal bagaimana ibu-ibu berkreasi mengolahnya agar disukai anak-anak,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga menerima bantuan ikan untuk dibawa pulang dan diolah bersama keluarga. Langkah ini diharapkan menjadi stimulus agar masyarakat mulai membiasakan konsumsi ikan sebagai menu harian sekaligus meningkatkan asupan protein anak.

Menurut Endhah, keberhasilan percepatan penurunan stunting memerlukan keterlibatan banyak pihak. Oleh karena itu, program tersebut akan terus diperkuat melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, puskesmas, Tim Penggerak PKK, serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ia menyebutkan, Djarum Foundation dan RS Mardirahayu Kudus juga ikut berkontribusi dalam mendukung berbagai program penanganan stunting. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan bagi keluarga yang membutuhkan.

Tujuan kami adalah menghadirkan program yang berkesinambungan. Semua pihak harus bergerak bersama agar upaya penurunan stunting semakin optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (AS/YM)