Musthofa Ingatkan Generasi Muda Kudus Tak Kehilangan Jati Diri di Tengah Gempuran Globalisasi

oleh -563 Dilihat
Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. Musthofa, SE, MM, saat memberikan paparan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Serbaguna Graha Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, Sabtu (1/11/2025) malam. Kegiatan dihadiri ratusan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kudus. (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. Musthofa, SE, MM, mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan jati diri dan nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi informasi.

Pesan tersebut disampaikan Musthofa saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Serbaguna Graha Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (1/11/2025) malam.

Acara yang berlangsung hingga malam itu dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kudus. Mereka terdiri atas tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan yang antusias mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Menurut Musthofa, kemajuan teknologi komunikasi yang tanpa batas membuat dunia seolah tanpa sekat. Kondisi ini mendorong terjadinya pergeseran nilai dan perilaku sosial, terutama pada kalangan generasi Y dan Z yang tumbuh dalam budaya serba instan dan kebebasan tanpa batas.

“Anak muda sekarang terbuka terhadap semua hal, tapi jangan sampai keterbukaan itu membuat kita kehilangan akar budaya dan tanggung jawab sosial sebagai bangsa,” tegas Musthofa di hadapan peserta kegiatan.

Ia menilai, globalisasi yang begitu cepat bukan hanya membawa kemajuan, tetapi juga menggerus rasa kebersamaan dan semangat gotong royong yang menjadi karakter bangsa Indonesia.

“Empat Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, adalah pedoman agar kita tidak hanyut dalam arus modernisasi tanpa arah,” ujarnya.

Musthofa yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Kudus itu menambahkan, generasi muda harus bijak dalam memanfaatkan teknologi dan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak terjebak dalam krisis identitas.

Kegiatan sosialisasi berjalan interaktif. Sejumlah peserta, khususnya dari kalangan muda, tampak antusias mengikuti sesi dialog dan menyampaikan pandangan mereka tentang pentingnya memperkuat nasionalisme di era digital.

Di akhir acara, Musthofa menegaskan bahwa menjaga semangat kebangsaan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Menjadi warga negara Indonesia bukan sekadar identitas di KTP. Tapi bagaimana kita menjaga nilai-nilai luhur, menghargai perbedaan, dan berbuat nyata untuk kemajuan bangsa,” ujarnya menandaskan.

Ia juga mengajak para peserta, khususnya generasi muda, agar terus menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan cara yang relevan dengan zaman.

“Kalau dulu perjuangan dengan bambu runcing, sekarang perjuangan kita adalah menjaga moral, melestarikan budaya, dan berinovasi tanpa melupakan jati diri bangsa,” pungkas Musthofa. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.