Anggota MPR Musthofa : Yang Harus Dibangun oleh Entitas Bangsa adalah Kerukunan

oleh -94 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Program sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang digelar oleh anggota MPR (RI) terus digeber di sejumlah wilayah termasuk di Kabupaten Kudus sebagai fondasi bagi warganegara untuk mengerti dan memahami lebih seksama tentang wawasan kebangsaan.

Menjadi salah satu tugas pokok dan fungsinya, Dr HM Musthofa anggota MPR dari daerah pemilihan Kudus, Demak dan Jepara terus secara periodik menggelar kegiatan sosialisasi 4 pilar, baik dengan mendatangi berbagai lapisan kelompok masyarakat dengan berbagai profesi atau mengundangnya ke posko Rumah Aspirasi yang menjadi center kegiatannya untuk bersama berbicara dan berdiskusi terkait hal tersebut

Dikatakan oleh Musthofa, pada giat sosialisasi 4 pilar kebangsaan bertujuan menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 ( dan perubahannya ), eksistensi NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan Wawasan Kebangsaan untuk diwujudkan serta diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Demikian halnya dalam gelaran Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Bersama Perwakilan Tokoh Masyarakat dari 9 Kecamatan di Kabupaten Kudus yang digelar di Rumah Aspirasi Desa Loram Wetan, Jati, Kudus, dia menyampaikan bahwa istilah empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar tersebut telah menjadi sejarah perjalanan bangsa Indonesia, dan menjadi komitmen kebangsaan yang harus terus ditingkatkan.

“Membangun Indonesia maju memerlukan komitmen kebangsaan yang kuat. Sejarah perjalanan bangsa dan negara ini menjadi bukti bahwa Pancasila, NKRI merupakan hasil dari suatu kesepakatan untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara,” ungkap Musthofa yang juga anggota komisi XI DPR dari Fraksi PDIP dihadapan para undangan, Kamis (22/09/2022).

Dihadapan Tokoh masyarakat Musthofa mengatakan bahwa, saat ini Indonesia sedang dihadapkan pada berbagai tantangan bangsa, yakni masalah kemiskinan, stunting, radikalisme, terorisme, intoleransi, anti NKRI, anti Pancasila, bahkan anti terhadap pemerintah yang sah. Untuk itu, permasalahan tersebut harus dapat diatasi melalui teologi kerukunan yang tidak hanya damai, tetapi juga saling membantu.

“Yang harus dibangun oleh seluruh entitas bangsa ini adalah teologi kerukunan, keinginan untuk selalu rukun dan juga memiliki kemampuan untuk merukunkan. Teologi kerukunan adalah teologi bukan hanya berdampingan secara damai tetapi juga saling menolong, saling membantu, dan saling mendukung,” tegas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.