KUDUS, ISKNEWS.COM – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Hindun Anisah, mengajak masyarakat Kabupaten Kudus membiasakan mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), ia berharap budaya makan ikan semakin meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya target zero stunting di Kota Kretek.
Ajakan tersebut disampaikan Hindun saat menghadiri kegiatan Gemarikan di Kelurahan Wergu Wetan, Jumat (31/7/2026). Program yang didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ikan sebagai sumber protein berkualitas bagi keluarga, terutama balita dan anak-anak.
Menurut Hindun, konsumsi ikan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Karena itu, masyarakat diharapkan menjadikan ikan sebagai menu yang rutin dikonsumsi agar kualitas kesehatan generasi mendatang semakin baik.
“Kegiatan ini kami dorong agar masyarakat semakin memahami manfaat ikan. Harapannya bukan sekadar menurunkan angka stunting, tetapi benar-benar mewujudkan zero stunting,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Gemarikan merupakan langkah awal untuk mengedukasi masyarakat. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat dengan program lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Kudus agar kebiasaan mengonsumsi ikan terus tumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti kegiatan ini melalui program yang berkesinambungan sehingga masyarakat semakin sadar pentingnya menjadikan ikan sebagai menu harian,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, menilai edukasi mengenai pengolahan ikan juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi ikan. Menurutnya, para ibu perlu dibekali keterampilan mengolah berbagai jenis ikan menjadi hidangan yang menarik dan disukai anak.
Ia mengatakan masyarakat tidak harus membeli ikan dengan harga mahal untuk memperoleh asupan protein yang baik. Ikan lokal seperti kembung, lele, maupun nila memiliki kandungan gizi yang tinggi, mudah ditemukan di pasar, dan harganya relatif terjangkau.
“Ibu-ibu bisa memanfaatkan ikan yang ada di pasar seperti kembung, lele, atau nila. Kandungan proteinnya baik, tinggal bagaimana mengolahnya agar anak-anak suka makan ikan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan bantuan ikan yang dapat langsung dibawa pulang untuk dimasak di rumah. Bantuan itu diharapkan menjadi langkah awal membiasakan keluarga menyajikan ikan sebagai menu sehari-hari.
Endhah menambahkan, percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, program tersebut akan terus diperkuat melalui sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, puskesmas, Tim Penggerak PKK, serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Djarum Foundation dan RS Mardirahayu Kudus.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bergandengan tangan agar program ini berjalan berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (AS/YM)






