Festival Balon Udara Perdana di Kudus Hadirkan Hiburan, UMKM, dan Aksi Penghijauan

oleh -248 Dilihat
Ribuan warga memadati Alun-Alun Simpang 7 Kudus saat Festival Balon Udara perdana yang digelar Bank Jateng Syariah dalam rangka milad ke-18, Minggu (10/5/2026). Selain menerbangkan 18 balon udara warna-warni, kegiatan ini juga diramaikan bazar UMKM, pembagian bibit tanaman, dan layanan kesehatan gratis. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Festival Balon Udara perdana yang digelar di Alun-Alun Simpang 7 Kudus, Minggu (10/5/2026), berlangsung meriah dan menyedot perhatian ribuan warga. Tak hanya menyajikan hiburan melalui penerbangan balon udara warna-warni, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pemberdayaan UMKM serta kampanye penghijauan bagi masyarakat.

Acara yang digelar gratis oleh Bank Jateng Syariah dalam rangka milad ke-18 itu dipadati pengunjung sejak pagi hari. Sebanyak 18 balon udara diterbangkan menggunakan sistem tambat atau tetap diikat demi menjaga keamanan selama acara berlangsung.

Selain menikmati festival balon udara, masyarakat juga memadati area bazar yang diikuti ratusan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima. Berbagai produk kuliner hingga kerajinan lokal turut meramaikan kegiatan tersebut.

Festival tersebut turut dihadiri Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama jajaran Forkopimda, TNI-Polri, DPRD, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kudus dan sekitarnya.

Sam’ani menilai kegiatan seperti ini memiliki dampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha kecil yang mendapat ruang berjualan di pusat keramaian kota.

“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Ketika masyarakat berkumpul seperti ini, otomatis aktivitas ekonomi UMKM juga ikut bergerak,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung berbagai kegiatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor usaha mikro dan pedagang kaki lima.

“Kami bersama Forkopimda mendukung kegiatan yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya lewat UMKM dan PKL,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sam’ani juga mengingatkan para pelaku usaha untuk selalu menjaga kualitas dan kebersihan makanan yang dijual agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

“Kebersihan dan higienitas makanan harus diperhatikan karena itu menjadi faktor penting agar masyarakat nyaman membeli,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan ruang terbuka seperti Alun-Alun Simpang 7 memiliki peran penting sebagai tempat interaksi sosial sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Open space seperti ini penting untuk ruang bertemu masyarakat sekaligus menghidupkan perdagangan lokal,” imbuhnya.

Tak hanya menghadirkan hiburan dan bazar UMKM, festival tersebut juga diisi dengan aksi penghijauan melalui pembagian sekitar 1.200 bibit tanaman secara gratis kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Divisi Syariah Kantor Pusat Bank Jateng Syariah, Sulistyono, menjelaskan bahwa festival balon udara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan milad ke-18 yang digelar di beberapa kota di Jawa Tengah.

“Minggu lalu kami adakan di Semarang, minggu ini di Kudus, dan selanjutnya akan digelar di Solo,” jelasnya.

Menurut Sulistyono, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mendekatkan layanan perbankan syariah kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Saat ini lebih dari 2.000 UMKM telah mendapatkan pembiayaan dari Bank Jateng Syariah dan jumlahnya terus bertambah. Kami juga dipercaya menyalurkan KUR Syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Festival semakin semarak dengan kehadiran Kholidi Asadil Alam atau yang dikenal sebagai Mas Azam dalam film Ketika Cinta Bertasbih. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri dan mengundang antusias pengunjung untuk berfoto bersama. (AS/YM)