Festival Hari Santri MI Qudsiyyah Kudus, Tanamkan Kemandirian dan Kepedulian Sosial Sejak Dini

oleh -63 Dilihat

KUDUS, ISKNEWS.COM – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Qudsiyyah Kudus menggelar Festival Peringatan Hari Santri Nasional 2026 dengan menghadirkan beragam kegiatan edukatif. Mulai dari bazar Mini UMKM Santri, lomba religi, istighotsah, hingga aksi berbagi kepada tetangga di lingkungan madrasah.

Kegiatan yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 tersebut dirancang untuk menanamkan nilai kemandirian, jiwa kewirausahaan, serta kepedulian sosial kepada para santri sejak dini.

Kepala MI Qudsiyyah Kudus, Ust. Amin Ikwani, mengatakan festival tersebut tidak hanya menjadi ajang peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga sarana pembelajaran bagi para siswa di luar kegiatan belajar mengajar di kelas.

“Harapan kami, anak-anak tidak hanya memahami pelajaran di madrasah, tetapi juga belajar mandiri dan bersosial. Melalui kegiatan ini, mereka bisa mengenal perjuangan para santri terdahulu sekaligus mempraktikkan nilai-nilai yang diajarkan,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan, Rabu (21/10/2026).

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah Mini UMKM Santri. Dalam kegiatan ini, para santri kelas V dan VI membuka stan makanan dan minuman dengan beragam pilihan jajanan, mulai dari makanan ringan, aneka olahan tradisional, hingga minuman segar.

Menurut Amin, kegiatan bazar tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pihak madrasah, wali santri, dan siswa. Para wali santri turut membantu menyiapkan barang dagangan, sedangkan proses penjualan dilakukan langsung oleh para siswa.

Melalui kegiatan tersebut, santri dilatih mengenal aktivitas kewirausahaan, mulai dari menawarkan produk kepada pembeli hingga belajar bertanggung jawab atas dagangan yang dijual.

Antusiasme pembeli pun cukup tinggi. Amin mengungkapkan, meski bazar dijadwalkan berlangsung hingga pukul 10.30 WIB setelah dimulai pukul 07.00 WIB, sejumlah dagangan telah habis terjual sebelum pukul 09.00 WIB.

“Alhamdulillah, dagangan anak-anak sangat laris. Bahkan, ada yang merasa stoknya terlalu sedikit karena sudah habis lebih awal. Ini menjadi pengalaman yang baik bagi mereka untuk belajar berwirausaha dan mandiri,” jelasnya.

Selain bazar, festival juga diisi dengan lomba puisi religi, khitobah, dan rebana yang dilaksanakan pada 21–22 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wadah bagi santri untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, serta kemampuan menyampaikan pesan-pesan keagamaan.

Agenda lainnya adalah istighotsah bersama untuk mengenang perjuangan para santri yang turut berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

MI Qudsiyyah juga mengadakan kegiatan sosial bertajuk Tepo Seliro Tetanggan. Dalam agenda tersebut, para santri mengumpulkan mi instan dan minyak goreng untuk dibagikan kepada warga yang tinggal di sekitar lingkungan madrasah.

Perwakilan santri kelas V dan VI nantinya berkeliling mengunjungi tetangga untuk menyerahkan bantuan sederhana tersebut. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan kebiasaan berbagi kepada sesama.

Amin menjelaskan, pembelajaran sosial penting diberikan karena madrasah berada di tengah lingkungan permukiman warga. Interaksi dengan masyarakat sekitar menjadi kesempatan bagi santri untuk memahami pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga.

Ia menambahkan, rangkaian Festival Hari Santri 2026 tidak hanya dipusatkan di MI Qudsiyyah Putra, tetapi juga melibatkan MI Qudsiyyah Putri yang berlokasi di Singocandi, Kudus.

Pada akhir rangkaian kegiatan, madrasah juga menjadwalkan pemberian apresiasi kepada santri berprestasi. Penghargaan diberikan kepada siswa yang meraih prestasi dalam perlombaan selama festival maupun kompetisi di luar madrasah.

Lebih lanjut, Amin berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara madrasah, wali santri, dan para siswa. Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung pendidikan dan pembentukan karakter anak.

Ia menyebutkan, antusiasme wali santri telah terlihat sejak tahap persiapan. Dari sekitar 60 wali santri yang hadir dalam rapat persiapan, menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi modal positif untuk membangun kebersamaan dalam kegiatan madrasah.

“Kami berharap sinergi antara madrasah, wali santri, dan santri tidak hanya terjalin dalam kegiatan ini, tetapi juga terus berlanjut. Dengan kebersamaan, kami ingin menciptakan suasana pendidikan yang lebih akrab sekaligus membentuk santri yang mandiri dan peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya. (AS/YM)