,

Festival Kali Gelis Geber Edukasi Sejarah Kretek hingga Lelang Peninggalan Nitisemito

oleh -1,786 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Resmi dibuka pada Jumat (31/5/2024) sore di bantaran Kali Gelis, Jalan Sunan Kudus, Festival Kaligelis mempunyai sejumlah kegiatan dari edukasi krete hingga lelang peninggalan bersejarah.

Ketua Panitia Festival Kali Gelis, Sakhron Farokhi mengajak masyarakat, pengusaha rokok baik industri kecil ataupun Besar untuk dapat menyaksikan Festival Kali Gelis yang dimeriahkan juga dengan panggung Hiburan Musik dan budaya serta puluhan stand. Acara tersebut dilaksanakan 31 Mei sampai dengan 2 Juni 2024 di ruang terbuka hijau yang ada di bantaran Kali Gelis.

Dalam Kegiatan Event Festival Kali Gelis “Kretek Pulang ke Rumah Jilid 2” kali ini, lanjut Oki sapaan akrabnya, diharapkan dapat membangun atmosfir tentang Kota Kudus dalam balutan Sejarah kretek, maka ‘Kretek” menjadi pilihan yang tepat yang tidak hanya menyangkut soal industri Rokok tetapi juga sudah menjadi Identitas Kota Kudus yang mempengaruhi perilaku dan budaya

Ada juga Lelang peninggalan Nitisemito dan barang-barang eksklusiv RTAR, Kunjungan Rintisan Perkebunan Tembakau di Lereng Muria dan “Resik-resik Kali Gelis”  sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sungai yang ada di wilayah Desa Langgardalem.

Kegiatan Resik-resik Kali Gelis akan kami laksanakan pada hari Minggu, 2 Juni 2024, esik-resik Kali Gelis ini akan melibatkan berbagai komunitas yang ada di Kudus dan mendapat dukungan penuh dari Relawan BPBD Kudus.” Kata

Tujuan Kegiatan ini, kata Oki, untuk mempromosikan potensi wisata Kudus khususnya Wisata sejarah kretek, Membangun sinergi dan kolaborasi pelaku usaha mikro di Kudus, Membangun jaringan berbasis budaya masyarakat dan Napak tilas jejak sejarah KRETEK di kota kudus sebagai destinasi wisata kebudayaan.

“Dalam kegiatan ini, kami juga menggandeng  sejumlah pegiat, diantaranya Komunitas Rtar (Republik Tembakau Akar Roempoet) Chapter Kudus2, Karang Taruna Desa Langgardalem Dan Komunitas Cerita Kudus Tuwa (CKT),” ujarnya.

Sementara itu Bea Cukai Kudus juga mendukung kegiatan ini. Bagi Bea Cukai Kudus, kegiatan Festival Kali Gelis yang diinisiasi oleh masyaraakat adalah kegiatan positif yang perlu didukung karena dalam kegiatan ini selain menguatkan kembali sebutan Kudus sebagai kota kretek juga memiliki muatan penyadaran masyarakat tentang permasalahan cukai dan industry tembakau.

Hal ini dibuktikan dalam kegiatan ini juga diadakan sarasehan tentang kretek dan sejarah Cukai yang dawali oleh Nitisemito.

“Kami memandang ini sebuah inisiatif masyarakat yang patut didukung oleh Bea Cukai.” Kata Bapak Sandy Hendratmo Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Kantor Bea Cukai Kudus.

“Saya berharap sinergi Bea Cukai dengan Gerakan masyarakat yang murni muncul dari akar rumput ini dapat membangun penyadaran baik dari Kalangan petani tembakau, Industri tembakau bahkan pada customer produk hasil tembakau, bahwa Cukai hasil tembakau adalah salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam bela negara,” Imbuh laki-laki yang akrab dipanggil Sandi ini.

Diketahui, Kota Kudus mempunyai julukan kota kretek yang tak lepas dari berdirinya industri-industri rokok kretek legendaris di Kudus saat ini. Bahkan, pembangunan di seputar kabupaten Kudus saat ini juga disokong oleh CSR dari perusahaan-perusahaan rokok kretek setempat.

Sejarah industri kretek di kota ini berawal dari seorang Haji Djamhari yang menciptakan rokok kretek di akhir abad ke-19 sekitar tahun 1870 hingga 1880-an. Hingga pada tahun 1903 Nitisemito memulai produksi rokok kretek dengan merk Bal Tiga dan berhasil menjadi Raja Kretek dipuncak kejayaannya di tahun 1934. Industri rokok kretek Bal Tiga terhenti karena pabrik dan aset-aset mesin disita oleh pasukan Jepang untuk dijadikan gudang dan bahan persenjataan mereka

Keberhasilan Nitisemito lalu diikuti oleh pengusaha-pengusaha kretek lainnya di Kudus. Di awal abad ke-20. Kini, beberapa industri kretek besar ada di Kudus di antaranya PT. Djarum, PT. Nojorono dan PT. Sukun. Dari kedua industri kretek ini tercipta lapangan kerja besar-besaran untuk penduduk di Kudus dan kota lainnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :