FKDK Kudus Sambut Hari Disabilitas Internasional, Momen Instrospeksi Untuk Lebih Peka dan Peduli

oleh -64 Dilihat
Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) memperingati hari disabilitas internasional di aula Gedung DPRD Kudus, Minggu (13/12/2020). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) memperingati hari disabilitas internasional di aula Gedung DPRD Kudus, Minggu (13/12/2020).

Ketua panitia sekaligus ketua FKDK Rismawan Yulianto mengharapkan dengan momen ini untuk instrospeksi diri apakah Kudus sudah ramah difabel, Momentum bagi ita untuk instrospeksi diri apakah Kudus sudah ramah difabel apa belum.

“Kita berharap Kudus menjadi kota yang ramah difabel, tamah inklusi, salah satunya pekerjaan. Untuk instansi swasta dan negeri setidaknya ada 1 atau 2 pekerja yang dari disabilitas,” paparnya.

Hal itu untuk mengakomodasi sama-sama, menjadikan Kudus ramah inklusi dan difabel.

“Hari ini kita apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak swasta atau negeri yan telah aktif dalam pemberdayaan difabel, diantaranya PT Nojorono Kudus, Lazismu, Yayasan darma bakti lestari,” jelasnya.

Sementara Plt Bupati Kudus HM Hartopo dalam sambutannya menyebut pentingnya perlindungan hak disabilitas, hari ini diingatkan kembali bahwa disablitas punya hak yang sama, diantaranya tanpa membedakan suku ras dan agama.

“Memang di dalam kekurangan disabilitas ada segi-segi yang menonjol dari keunggulannya berkreasi dan berkreatifitas. Tentunya pemerintah daerah memberikan dukungan dalam hal ini,” terangnya.

Terkait ada laporan yang banyak gagal sekolah, tidak lulus SD, SMP, SMA, pihaknya telah memfasilitasi sekolah khusus di Kabupaten Kudus, cuma kurang sosialisasi saja.

“Harus ada satgas khusus, jangan sampai penyandang disabilitas tidak tahu kejar paket A, B dan C dan jangan sampai ada yang tidak mengenyam jenjang pendidikan, karena pemkab sudah memfasilitasi dan tiap tahun menganggarkan,” ujarnya.

Terkait UUD nomor 8, dari perusahaan karena kota industri harus menampung minimal 1 persen dari jumlah disabilitas, Hartopo menyebut untuk masuk ke dunia industri memang tiap perusahaan mempunyai persyaratan khusus, dan perlu sertifikasi.

Sementara pemerintah daerah telah menginstruksikan di kalangan gedung perkantoran harus mendukung kegiatan yang ramah untuk disabilitas, termasuk keberadaan trotoar, dan fasilitas publik lainnya. (AJ/YM)