Kudus, isknews.com – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ngembalkulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus mulai menjalankan perannya dengan fokus pada distribusi LPG sebagai langkah awal membangun kepercayaan masyarakat. Meski masih dalam tahap pengembangan, koperasi ini terus berupaya memperkuat sistem dan layanan bagi anggotanya.
Hal tersebut disampaikan dalam wawancara pada 8 April 2026. Saat ini, jumlah anggota koperasi tercatat sebanyak 74 orang, dengan sekitar 10 persen berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Ketua KDMP Ngembalkulon, Riwi Budi Martono, mengungkapkan bahwa kegiatan koperasi saat ini masih terfokus pada penyaluran LPG, bekerja sama dengan agen serta didukung BUMDes setempat.
“Untuk sementara ini kegiatan kami memang masih di LPG. Kami mendapat dukungan dari BUMDes sekitar Rp11 juta untuk pembelian tabung, dan itu sangat membantu operasional awal,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, distribusi LPG diatur dengan sistem pembagian waktu, yakni dua hari khusus untuk anggota koperasi dan satu hari untuk masyarakat umum. Setiap anggota juga memiliki batas pengambilan agar distribusi dapat merata. Pelayanan pembelian LPG sendiri saat ini dipusatkan di wilayah RW 3 RT 7 yang berada di pinggir jalan, sehingga mudah diakses warga.
Riwi menjelaskan, animo masyarakat untuk bergabung sebagai anggota masih belum terlalu terlihat karena koperasi baru berjalan dan belum memiliki banyak jenis usaha.
“Memang minat warga belum begitu terlihat, karena kegiatan kita masih terbatas. Tapi biasanya yang tertarik itu karena kebutuhan LPG,” jelasnya.
Dari sisi keanggotaan, koperasi menerapkan simpanan pokok sebesar Rp100 ribu dan simpanan wajib Rp10 ribu per bulan. Ia memastikan bahwa dana tersebut tetap aman dan dapat dikembalikan sesuai ketentuan apabila anggota keluar.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pada awal pendirian koperasi, banyak warga yang berharap adanya layanan simpan pinjam. Namun, keterbatasan modal membuat program tersebut belum dapat direalisasikan.
“Banyak yang ingin pinjam uang, tapi kami harus menyiapkan modal dulu agar simpan pinjam bisa berjalan dengan baik dan aman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngembalkulon, Khanafi, memberikan dukungan terhadap keberadaan KDMP sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Ia menilai langkah awal melalui distribusi LPG sudah tepat untuk membangun kepercayaan warga.
“Kami mendukung penuh keberadaan koperasi ini. Harapannya ke depan bisa berkembang, tidak hanya di LPG, tetapi juga merambah usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, KDMP Ngembalkulon berencana mengembangkan usaha lain, salah satunya jasa Lakupandai.
Saat ini, koperasi dikelola oleh delapan orang pengurus dan pengawas. Meski belum memiliki kantor permanen, operasional tetap berjalan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Dengan fokus pada distribusi LPG sebagai pijakan awal, KDMP Ngembalkulon optimistis dapat berkembang dan meningkatkan peran koperasi dalam mendukung perekonomian masyarakat desa. (AS/YM)







