Kudus, isknews.com – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP RTMM-SPSI) Kudus bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus menggelar kegiatan “May Day Collaboration Bersinergi” di Taman Kelapa Kudus, Kamis (8/5/2025).
Kegiatan ini menghadirkan layanan Jamsostek Mobile (JMO) dan penyerahan simbolis santunan kepada peserta dari segmen Bukan Penerima Upah (BPU).
Ketua PC FSP RTMM-SPSI Kudus, Subaan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program kerja sama yang telah berjalan, di mana pihaknya secara gratis mendaftarkan ribuan anggota dan keluarganya dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan.
“Kegiatan sore ini adalah simbol dari manfaat nyata program yang kami terapkan. Kami daftarkan secara gratis suami, istri, atau anak anggota kami yang tidak bekerja di perusahaan ke dalam program BPU. Sudah lebih dari 50 orang menerima manfaat berupa santunan, baik karena kecelakaan kerja maupun kematian,” terang Subaan.
Ia menambahkan, jumlah yang telah didaftarkan secara gratis oleh PC FSP RTMM-SPSI Kudus mencapai sekitar 22.000 orang. “Dua bulan pertama gratis, selanjutnya tergantung kondisi kas kami. Kalau ada kelebihan, akan kami lanjutkan lagi program pendaftaran gratis ini karena peminatnya luar biasa,” ujarnya.
Subaan juga menyoroti manfaat besar program ini, salah satunya adalah ketika seorang petani—yang merupakan anggota dari program BPU—mengalami kecelakaan sepulang dari sawah dan mendapat layanan rumah sakit serta santunan pengganti upah selama tidak bekerja.
Kegiatan May Day ini juga menjadi ajang sosialisasi aplikasi JMO (Jamsostek Mobile), yang memungkinkan pekerja memantau saldo dan manfaat kepesertaannya secara langsung. “Melalui JMO, pekerja bisa tahu hak dan saldo mereka, dan ini penting agar mereka semangat bekerja karena merasa terlindungi,” tutup Subaan.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus, Vinca Meitasari, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan dari segmen BPU di Kabupaten Kudus telah mencapai sekitar 70 ribu orang. Sedangkan dari sektor formal terdapat sekitar 150 ribu peserta.
“Ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk terus meningkatkan kepesertaan, baik formal maupun informal, termasuk melalui kolaborasi dengan serikat pekerja seperti FSP RTMM ini. Tahun 2023 lalu, sekitar 20 ribu peserta BPU berasal dari kerja sama dengan FSP RTMM,” jelas Vinca.
Ia menambahkan, untuk mendapatkan manfaat penuh dari program BPJS Ketenagakerjaan, peserta harus terus melanjutkan iuran. Manfaat yang diberikan antara lain pengobatan hingga sembuh jika terjadi kecelakaan kerja, santunan tidak mampu bekerja, hingga beasiswa bagi anak jika peserta meninggal karena kecelakaan kerja.
“Jika peserta meninggal karena kecelakaan kerja, ahli waris bisa mendapatkan santunan hingga Rp70 juta serta beasiswa untuk anak hingga kuliah. Jika meninggal bukan karena kecelakaan kerja, santunan sebesar Rp42 juta akan diberikan,” tandasnya. (AS/YM)






