Kudus, isknews.com – Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) HM Musthofa bersama Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah Junanto Herdiawan menyambangi lokasi banjir di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (07/03/2023) kemarin.
Kegiatan bakti sosial dengan menggandeng sejumlah kolega Musthofa di Komisi XI ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan wakil rakyat dari dapil Jateng 2 ini ke wilayah bencana banjir di Kudus. Kali ini lokasi banjir di Desa Tanjungkarang disasar setelah sebelumnya telah melakukan hal serupa di Kecamatan Mejobo, Undaan, Kaliwungu Kudus, beberapa waktu lalu.
Sesampainya di lokasi banjir, Deputi Bank Indonesia (BI) Jateng dan Musthofa kemudian jagong bareng bersama masyarakat desa setempat. Mereka sharing bersama untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. Setelah itu, dilanjutkan dengan membagika paket sembako kepada warga terdampak banjir.
Menurut Junanto Herdiawan menyampaikan, ada sekitar 270 paket sembako yang dibagikan kepada warga terdampak banjir di Desa Tanjungkarang pada kali ini. Terdiri dari beras, mi instan, gula, serta minyak goreng.
“Ini kita berikan semoga bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Ini kepedulian juga dari karyawan Bank Indonesia, karena pengadaan ini kita iuran sendiri,” tutur Junanto, Selasa (07/03/2023).
Pihaknya juga berterimakasih kepada Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa yang telah mengajak Bank Indonesia untuk terjun langsung ke lokasi banjir dan bercengkerama dengan warga setempat. Dirinya berdoa agar genangan air banjir di Desa Tanjungkarang bisa segera surut.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa menambahkan bahwa pemberian paket sembako ini merupakan bentuk empati dari para pegawai Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Ini menjadi salah satu support yang diberikan kepada para warga yang terdampak banjir.
“Jadi pada kali ini konsentrasi kita disini adalah bagaimana dan yang akan datang, bukan tentang bantuannya tapi bagaimana mengatasi banjir ini,” ujarnya.
Dirinya mengungkapkan, telah mendengar banyak informasi dan aspirasi dari kepala desa, camat, hingga tokoh masyarakat terkait bagaimana kondisi banjir yang sering terjadi di wilayah setempat. Nantinya, asiprasi tersebut akan diteruskan dan disampaikan ke pusat.
“Insyaallah nanti kita akan sampaikan. Dan ini merupakan bagian dari aspirasi warga masyarakat,” tandasnya.
Dalam kunjungannya itu, pihaknyatak hanya menyoroti pemukiman warga, tapi juga tempat ibadah maupun sekolah yang ikut terdampak banjir. Dirinya berharap, pemerintah daerah maupun DPRD setempat bisa memprioritaskan untuk penanganan banjir yang terjadi di tempat pendidikan dan tempat ibadah.
“Saya juga sudah sampaikan ke DPRD Kudus supaya APBD kabupaten bisa disinergikan agar bisa disupport juga oleh pemerintah pusat. Jadi supaya untuk kekuatan pembangunan ini bisa benar-benar utuh untuk penanganan banjir dan dampaknya jelas seperti pembangunan Bendungan Logung dulu,” terangnya.
Ia mengaku selama ini pihaknya telah memiliki program prioritas terkait penanganan sekolah dan tempat ibadah yang terdampak banjir. Program ini bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah.
“Kami hampir selama empat tahun ini bersama BI mulai dari PAUD, TK, TPQ, musala hingga masjid termasuk tempat ibadah lain seperti gereja ini semua sudah kami bantu. Setiap tahun hampir ada sekitar 400 titik,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah maupun DPRD kabupaten bisa turut memprioritaskan penanganan banjir. Termasuk perbaikan sekolah dan tempat ibadah yang rusak akibat bencana itu.
“Jangan hanya memberikan bantuan ke warga, tapi juga harus ditangani supaya bencana tidak terus terjadi,” katanya. (YM/YM)








