Gelar dan Unduh Karya, SD 1 Ngemplak Kreasikan Sampah Jadi Karya Berguna

oleh -488 Dilihat
Kerajinan karya siswa SD 1 Ngemplak yang memanfaatkan limbah di sekitar mereka saat dipamerkan di halaman sekolah dalam acara Gelar dan Unduh Karya implementasi Kurikulum Merdeka (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Implementasi Kurikulum merdeka  yang dimaksudkan sebagai upaya agar guru dapat mengenali potensi murid lebih dalam guna menciptakan pembelajaran yang relevan serta menekankan pendidikan Indonesia pada pengembangan aspek keterampilan dan karakter sesuai dengan kemampuan peserta didik.

Berkaitan dengan hal tersebut, SD 1 Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus menggelar acara unduh karya dan gelar karya dengan mengusung tema, “Gaya Hidup Berkelanjutan” berkreasi dengan memanfaatkan apa yang dilihat dan ada dilingkungan sekitar, Rabu (7/12/22).

Mereka memanfaatkan sampah plastik sisa kemasan jajan di sekolah dan sampah organik menjadi berbagai kerajinan yang bernilai. Langkah tersebut merupakan upaya pihak sekolah dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan sejak dini.

Pada kegiatan unduh karya dan gelar karya di halaman SD 1 Ngemplak. Kerajinan dari sampah plastik tersebut berupa vas bunga, berbagai bentuk tas, tempat tisu, hingga kerajinan penghias ruangan. Sementara kerajinan dari bahan organik memanfaatkan eceng gondok yang memenuhi sungai sekitar sekolahan disulap menjadi tempat tisu, dan hingga beragam hiasan ruang.

Kepala Sekolah SD 1 Ngemplak Purmiyati mengatakan, kegiatan unduh karya dan gelar karya siswa kali ini merupakan salah satu sekolah penggerak di wilayah Kecamatan Undaan. Dimana beragam karya siswa/siswi SD 1 Ngemplak dipamerkan. Menariknya, seluruh karya anak memanfaatkan limbah ataupun barang tidak terpakai.

“Mereka membuat karya dengan mengumpulkan sampah plastik dari jajan setiap hari mereka di sekolah maupun lingkungan rumah. Bertema “gaya hidup berkelanjutan” maksudnya mengenalkan suatu lingkungan yang ada mengenai manfaatkan sampah,” kata Purmiyati.

Sementara salah satu siswi SD 1 Ngemplak, Safaatul Maulida mengaku senang bisa membuat karya berupa tas dari plastik. Ia mengaku membutuhkan waktu sekira 3 minggu untuk membuat karya tersebut. Meski sempat kesulitan, namun didampingi guru kelas ia mampu menyelesaikan kerajinan tersebut bersama teman-teman satu kelas.

“Saya senang sekali bisa membuat tas ini, karena bermanfaat jadi tas dan saya juga mengurangi kondisi sampah dilingkungan agar tidak banjir,” ujar Safa.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus Harjuna Widodo yang mengaku merasa bangga karena anak didik setingkat Sekolah Dasar bisa membuat kreasi sebagus ini.

“Saya apresiasi dan merasa bangga anak didik setingkat SD bisa buat karya sebagus ini meskipun didampingi oleh guru pendamping, pastinya anak didik akan mengingat apa yang telah dipelajari dan dibuat sehingga nantinya peserta didik akan mempraktekkan di rumah” kata Harjuno. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.