,

Gelar Karya P5-P2RA MIN Kudus angkat Tema Bhinneka Tunggal Ika Satu Dalam Keberagaman

oleh -1,470 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Madrasah Ibtidaiyah Negeri atau MIN Kudus pada Kamis-Jumat (13-14/6/2024) pukul 07.00-11.00 WIB mengadakan gelar karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5P2RA) dengan mengangkat tema Bhinneka Tunggal Ika Satu Dalam Keberagaman.

Pembukaan seremonial acara digelar Kamis (13/6/2024) di halaman setempat dengan dihadiri langsung oleh Kepala Kemenag Kudus, Suhadi, Komite Sekolah, orang tua siswa-siswi serta khalayak umum.

Pada pembukaan, juga diselingi dengan pemberian santunan dan hadiah dari YBM BRILiaN kepada siswa-siswi dari keluarga kurang mampu dan yang telah hafal Alqur’an belasan juz.

Nampak sebanyak 8 stan turut menyajikan hasil karya oleh siswa-siswi dari kelas 1 dan 4 tahun ajaran 2023/2024. Mereka dalam gelar karya diajak untuk belajar enterpreneurship dalam jual beli, yakni menawarkan dagangannya ke pengunjung.

Pada panggung utama, para kelompok siswa silih berganti menampilkan tarian-tarian dari sejumlah daerah, diantaranya dari Aceh, ada pula yang dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat.

Dengan kostum yang totalitas mereka melenggak-lenggok menarikan tarian-tarian tradisional tersebut dengan gerakan yang menggemaskan.

Kebudayaan yang berbeda-beda inilah yang akhirnya membuat Indonesia menjadi negara yang kaya budaya. Sehingga diperlukan adanya persatuan dan kesatuan untuk menjaga dan melestarikannya.

Kepala sekolah MIN Kudus Noor Yadi mengatakan P5-P2RA ini adalah bagian dari implementasi kurikulum merdeka dengan mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika.

Dari tema tersebut kemudian dieksplor dalam bentuk kegiatan Tarian daerah, lagu daerah, pakaian daerah dan makanan khas daerah.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa bisa mengenal lebih jauh Indonesia dengan turut memupuk rasa toleransi untuk hal keberagaman, keagamaan dan kebudayaan.

”Dengan tugas-tugas yang diberikan juga diharapkan ini bisa menimbulkan semangat gotong royong dan meningkatkan keterampilan anak-anak di masa yang akan datang,” ungkapnya.

“Harapannya, anak-anak memahami sikap empati gotong royong bhineka tunggal ika, yang nantinya bisa menjadi bekal mereka di masa mendatang. Kegiatan ini, juga menjadi barometer penilaian raport siswa,” tandasnya.

Kepala Kemenag Kudus Suhadi berharap dengan adanya gelar karya ini, bisa meningkatkan kompetensi peserta didik, meningkatkan kerjasama dan komunikasi, mengoptimalkan para pendidik di luar kelas,

“Tahun ini merupakan tahun pertama, yang di wajibkan hanya kelas 1 dan kelas 4, diharapkan tahun depan di Kudus bisa akselerasi, semua kelas bisa dilibatkan,” harapnya.

Dirinya juga melihat penampilan dan hasil karya yang ditampilkan peserta didik MIN Kudus luar biasa, “Saya melihat disini (MIN Kudus) penuh dengan inovasinya, melihat kekompakan serta kolaborasi dalam menampilkan tarian adat, menyajikan makanan dan lainnya,” tuturnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :