Kudus, isknews.com – Generasi Qur’ani di Kabupaten Kudus terus bertumbuh. Hal ini tampak dari keberhasilan puluhan siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus yang sukses menghafal beberapa juz Al-Qur’an dan mengikuti prosesi wisuda tahfidz, Ahad (3/5/2026).
Sebanyak 55 siswa kelas 3 hingga kelas 6 mengikuti Wisuda Tahfidz yang digelar di Aula Masjid Universitas Muria Kudus. Mereka berhasil menuntaskan hafalan mulai dari Juz 30, Juz 29, Juz 28, hingga Juz 1 setelah melalui rangkaian ujian tasmi’.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kota Kudus, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Kudus, komite sekolah, kepala TPA, KBAT, dan TKAT Birrul Walidain, orang tua siswa, serta para ustaz dan ustazah.
Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Jamaluddin Kamal, menyampaikan bahwa wisuda tahfidz menjadi momen penting dalam perjalanan para siswa. Ia menegaskan bahwa capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus menjaga dan meningkatkan hafalan.
“Wisuda Tahfidz ini merupakan momentum luar biasa yang dicapai anak-anak. Kami berharap orang tua selalu mendampingi putra-putrinya dalam muroja’ah hafalan, karena ini adalah titik awal, bukan akhir,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus, Zulfa Kurniawan, mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi proses anak menjadi penghafal Al-Qur’an. Menurutnya, perjalanan tersebut membutuhkan kesungguhan dan kolaborasi antara anak dan orang tua.
“Orang tua harus terus meng-upgrade diri dan berjuang bersama anak-anak. Proses menjadi penghafal Al-Qur’an tidaklah mudah, sehingga perlu dukungan dari kedua orang tua,” tuturnya.
Melalui program tahfidz yang rutin digelar setiap tahun, SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan akhlak yang baik.
Para ustaz dan ustazah juga berpesan agar para siswa tetap rendah hati atas capaian yang diraih serta terus membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, para hafidz dan hafidzah muda ini kelak mampu menjadi generasi penerang dengan cahaya Al-Qur’an di tengah masyarakat. (AS/YM)






