Gubernur: Krisis Ekonomi Tidak Pengaruhi Sektor Pariwisata

oleh -889 kali dibaca

Jepara – Krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini ternyata tidak memengaruhi bisnis di sektor pariwisata. Karenanya, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP serius menggarap sektor pariwisata agar dapat menumbuhkan perekonomian di daerah yang dipimpinnya. Apalagi, Jawa Tengah dikenal memiliki objek wisata potensial yang sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

“Di tengah ekonomi yang seperti ini, pariwisata oke terus, naik terus”, ucap Ganjar saat memaparkan tentang kondisi Jawa Tengah dihadapan Menteri BUMN Rini Soemarmo dan Direksi BUMN di atas kapal KM Kelud yang berlayar dari Perairan Karimunjawa menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (21/11).

Beberapa destinasi wisata yang menurut Ganjar sangat potensial untuk dikembangkan adalah Karimunjawa, Candi Borobudur, Jateng Park, Dinner with The King, dan Kota Lama Semarang. Untuk Karimunjawa, Ganjar mengakui destinasi wisata itu sangat cantik dan indah. Namun masih banyak problem yang harus diselesaikan. Yakni perbaikan jalan, pengembangan Bandara Dewandaru, dan pembangunan pelabuhan. Borobudur juga sangat bagus. Namun, masih banyak komplain dari wisatawan terkait dengan permasalahan transportasi.

“Maka saya mikir apakah kereta api bisa masuk sana atau kalau tidak bandara yang paling dekat. Kalau bisa, kita panen. Kunjungan wisata kita (akan) naik terus”, bebernya.

Dinner with The King di Keraton Surakarta menurut Ganjar juga memiliki potensi yang bagus untuk menarik wisatawan. Hal itu sudah diungkapkannya kepada pihak Leraton Surakarta, dan keluarga Keraton Surakarta menyatakan bersedia bekerjasama dengan pihaknya.

“Kalau itu bisa kita jual, ini juga bisa kita berikan pemasukan kepada mereka (Keraton Surakarta). Sehingga Saya berharap heritagenya itu bisa tertata cantik. Seperti kita lihat kerajaan di luar negeri yang semua bagus banget,” tuturnya.

Pembangunan Jateng Park diharapkan bisa segera terealisasi, sehingga bisa menjadi tempat wisata alternatif. Ganjar menyampaikan, banyak investor yang berminat berinvestasi setelah pengajuan pembuatan interchange jalan tol disetujui.

“Saya sudah tulis surat ke Menteri PU agar dibuat interchange, akhirnya oke. Kita desain ini bagus banget”, jelasnya.

Potensi yang tak kalah menarik menurut Ganjar adalah Kawasan Kota Lama Semarang. Untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata yang diminati wisatawan, Ganjar mengajak BUMN yang memiliki asset bangunan di Kota Lama Semarang untuk melakukan revitalisasi. Dari data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, ada 16 lokasi gedung milik BUMN di Kota Lama yang kondisinya tidak terawat.

“Kota lama punya potensi. Ini keren banget, dan ternyata secara heritage ini diakui oleh dunia. Dan sekarang lagi saya usulkan untuk menjadiheritage dunia”, terang orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut.

Ganjar juga mendorong Pemerintah Kota Semarang agar mengelola kawasan kota lama dengan baik. Ia menargetkan pada Januari 2016 mendatang, kawasan Kota Lama Semarang dibuka sebagai kawasan wisata.

Menteri BUMN Republik Indonesia Rini Soemarmo menyatakan sangat mendukung program Gubernur Jawa Tengah dalam mengembangkan sektor pariwisata. Dia meminta agar BUMN bisa saling bersinergi untuk membantu pembangunan di Provinsi Jawa Tengah. Sehingga, BUMN dapat melakukan fungsinya sebagai agen pembangunan.

“Ke depan saya harapkan BUMN dengan timnya Bapak Gubernur kerjasamanya bisa lebih erat lagi. Sehingga BUMN bisa memberikan kontribusi yang lebih besar di Jawa Tengah”, ucap Rini.

KOMENTAR SEDULUR ISK :