Kudus, isknews.com – Suasana penuh semangat kebersamaan mewarnai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-93 PT Nojorono Tobacco International (Nojorono) di Kudus, Selasa (15/10/2025) malam. Grup musik Guyon Waton dan Tari Caping Kalo menjadi penampil utama yang memeriahkan pesta rakyat penutup rangkaian selebrasi bertajuk #UnitedInLegacy itu.
Penampilan Guyon Waton dengan lagu-lagu bernuansa lokal dan Tari Caping Kalo sebagai ikon budaya Kudus menjadi simbol perpaduan antara tradisi dan semangat muda. Dua penampilan itu seakan merefleksikan perjalanan Nojorono yang berakar pada warisan leluhur, namun terus bertumbuh mengikuti dinamika zaman.
Melalui perayaan ke-93 ini, Nojorono menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial, sekaligus mempersiapkan langkah menuju satu abad eksistensi di industri kretek Indonesia.
Perayaan ulang tahun perusahaan kretek yang berdiri sejak 14 Oktober 1932 tersebut berlangsung selama tiga hari, 13–15 Oktober 2025. Rangkaian acara dimulai dengan donor darah, dilanjutkan Misa Syukur dan Pengajian lintas keyakinan sebagai ungkapan rasa syukur, dan ditutup dengan pesta rakyat yang menghadirkan suasana hangat penuh kekeluargaan.
Presiden Direktur PT Nojorono Tobacco International, Surjadi Lukman, menyampaikan bahwa usia ke-93 merupakan momentum penting bagi perusahaan untuk menegaskan semangat menjaga warisan dan berinovasi.
“Setiap inovasi yang kami lahirkan, baik melalui produk maupun inisiatif sosial, berakar pada nilai dan kebersamaan. Bagi kami, mempertahankan warisan berarti menumbuhkannya agar tetap relevan dengan zaman,” ujar Surjadi.
Ia menambahkan, peluncuran Clas Mild Elite pada tahun 2025 menjadi simbol kemampuan Nojorono berinovasi tanpa meninggalkan nilai otentik kretek khas Kudus.
“Inovasi seperti Clas Mild Elite, ragam inovasi rasa dari Clas Mild Family dan Djinggo, maupun program sosial #PuntungBeruntung menunjukkan langkah kami menuju masa depan,” imbuhnya.
Program #PuntungBeruntung, yang kini memasuki babak ketiga, menjadi bukti nyata komitmen sosial Nojorono. Kampanye tersebut mengajak masyarakat melihat puntung rokok bukan sebagai limbah, melainkan peluang inovatif untuk diolah menjadi bahan material bernilai. Inisiatif ini memperlihatkan keberanian perusahaan untuk berpikir kreatif dan berkolaborasi dengan komunitas serta pelaku kreatif lokal.
Dengan mengusung tema #UnitedInLegacy, Surjadi menegaskan bahwa kekuatan kebersamaan menjadi kunci keberlangsungan Nojorono di industri kretek nasional.
“Selebrasi ini kami dedikasikan bagi seluruh insan Nojorono dan para pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang perusahaan. Di balik setiap pencapaian, ada semangat kebersamaan yang membuat Nojorono tetap kokoh dan relevan hingga hari ini,” ucapnya. (YM/YM)










