Harga Telur Ayam di Kudus Tembus Rp32 Ribu Per Kg, Pedagang dan Pembeli Sama-Sama Tertekan

oleh -853 Dilihat
Telur Ayam milik pedagang toko klontong. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Kenaikan harga telur ayam di Kabupaten Kudus dalam sepekan terakhir membuat pedagang dan pembeli sama-sama tertekan. Lonjakan harga yang cukup tajam ini mempersulit pelaku usaha kecil sekaligus menambah beban rumah tangga di tengah naiknya berbagai kebutuhan pokok.

Jika sebelumnya harga telur ayam stabil di kisaran Rp 26 ribu – Rp28 ribu per kilogram, kini di tingkat eceran telah menembus Rp30 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh pasar tradisional di Kudus, termasuk Pasar Baru dan Pasar Bitingan.

Kenaikan signifikan tersebut diduga dipicu oleh meningkatnya kebutuhan pasokan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah, serta naiknya harga pakan ayam di tingkat peternak.

Salah satu pedagang sembako di Toko Klontong, Ana, warga Desa Jepangpakis, membenarkan adanya lonjakan harga yang cukup drastis itu.

“Kabarnya, harga telur naik karena biaya pakan ikut naik dan kemungkinan sebagian stok langsung dikirim ke dapur program Makan Bergizi Gratis. Akibatnya, pasokan berkurang,” jelasnya, Senin (13/10/2025).

Kondisi tersebut membuat pedagang kecil harus lebih hati-hati mengatur persediaan agar tetap bisa memenuhi permintaan tanpa mengalami kerugian.

“Kalau stok habis, kami harus ambil lagi dengan harga tinggi dari pemasok. Untungnya jadi tipis, tapi mau bagaimana lagi, semua kebutuhan pokok juga ikut naik,” keluhnya.

Kenaikan harga telur ayam di Kudus ini menambah daftar panjang komoditas pangan yang mengalami lonjakan menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah pun diharapkan segera mengambil langkah antisipatif agar harga tidak terus melambung dan pasokan di pasar kembali stabil.

“Kalau terus naik seperti ini, kasihan masyarakat kecil. Telur kan bahan pokok, banyak dipakai untuk usaha kuliner juga,” imbuh Ana. (AS/YM)