Hartopo Yakini Kudus Akan Jadi Kabupaten Bebas Buang Air Besar Sembarangan ke 14 di Jateng

oleh

Kudus, isknews.com – Tim verifikasi Open Defecation Free (ODF) stop buang air besar sembarangan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah hadir di Kudus. Dipimpin oleh ketua tim verifikasi dr. Wahyu Setianingsih mengatakan, tim verifikasi ini tediri dari sekitar 30 – 40 orang yang merupakan lintas sektoral, Senin

Diakuinya, untuk verifikasi di Kudus ini anggota tim yang hadir cukup banyak. Tidak hanya dari kota terdekat saja, namun juga dari kota terjauh ikut serta.

Tim verifikasi Open Defecation Free (ODF) stop buang air besar sembarangan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berpose bersama Plt Bupati Kudus, Forkopimda dan stake holders (foto: istimewa)

“Dari kota – kota yang hadir itu beberapa diantaranya juga akan melaksanakan ODF.  Sehingga mereka dapat belajar dari Kudus terkat persiapan dan bagaimana untuk menjadikan sebagai kota bebas BAB sembarangan,” ujar dia saat ditemui sejumlah awak media usai berlangsungnya seremoni pembukaan verifikasi di pendopo kabupaten Kudus.

TRENDING :  Kepala Cabang BPJS-Kesehatan Kudus, “ BPJS-Kesehatan Tidak Haram Dan Tidak Riba”.

Dijelaskannya setelah tim melakukan verifikasi dilapangan, maka akan dilaporkan apa saja yang harus dibenahi. Pihaknya memberikan waktu sepekan kepada pemkab Kudus bila ada hal – hal yang perlu untuk segera dibenahi. Diakuinya, merubah perilaku masyarakat agar tidak BAB semabarangan memang tidak mudah. Itu semua harus ada kerjasama antara elemen masyarakat, mulai dari kades dan camat.

“Bila kita mampu mengubah perilaku masyarakat untuk stop BAB sembarangan, maka hal itu dapat memutus mata rantai penyakit yang cukup banyak,” tuturnya.

TRENDING :  Pemkab Kawal Penyaluran Pupuk Urea Bersubsidi

Sementara itu Plt Bupati Kudus, Hartopo dalam sambutannya mengatakan, untuk verifikasi ini tim akan survey lapangan dan bergerak ke beberapa desa sesuai yang dikehendaki mereka.

“Sebelum ini Kudus sudah berbenah dan sosialisasi juga sudah dilakukan serta diarahkan agar menjadi lebih bersih,” ujarnya.

Dikatakannya, buang air besar (BAB) sembarangan dapat menyebabkan wabah penyakit yang membahayakan.

“Setelah tim verifikasi turun kelapangan harapan kita semua Kudus akan menjadi kota bebas BAB sembarangan yang ke 14 tingkat Jawa Tengah dan menuju kabupaten Kudus sehat. Untuk menunjang itu pemkab sudah menganggarkan program jamban. Jumlah warga yang masih BAB semabarangan sendiri sangat kecil tinggal antara 5 – 10%,” ujar dia.

TRENDING :  Besaran Santunan Korban Kecelakaan Dari Jasa Raharja Bakal Naik 100%

Terpisah di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Joko Dwi Putranto menambahkan, Kudus dari tim verifikasi kabupaten sudah dinyatakan 100% tidak ada yang BAB semabarangan.

“Ini merupakan akses dan bukan kepemilikian. Artinya ada sebagian dari masyarakat saat BAB menumpang ke rumah warga lain. Untuk itu, Dinas Kesehatan juga memiliki program jambanisasi yang dianggarkan per tahun 100 jamban untuk keluarga di beberapa desa khususnya bagi warga yang belum memiliki jamban,” terang Joko.

KOMENTAR SEDULUR ISK :