Kudus, isknews.com -Kerusakan sejumlah infrastruktur taman di area hijau bundaran Simpang Tujuh Kudus sebagai dampak digunakannya lahan tersebut bagi kegiatan menyemarakkan tradisi Dandangan pekan lalu, nampaknya tak berapa lama lagi akan segera teratasi.
Seperti diketahui, kerusakan sebagian taman dan rumput yang rusak karena penggunaan lahan sebagai arena sejumlah wahana permainan ala pasar malam dan mendapat banyak kritikan warga Kudus karena dinilai merusak fisik taman yang juga menjadi salah satu ikon bagi warga kota kretek itu.
Saat ini Pemkab Kudus melalui OPD terkait sedang bekerja keras melakukan proses renovasi perbaikan untuk mengembalikan ke bentuk semula dan lebih baik dari sebelumnya. Apalagi kawasan Alun-alun pada setiap lebaran menjadi bagian dari lahan salat Idul Fitri bagi warga Kudus yang meluber saat mengikuti jamaah Salat Id di Masjid Agung Kudus.
Bahkan, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus Abdul Halil menyebut telah ada perkembangan pesat pada kesuburan dan pertumbuhan rumput di alun-alun simpang tujuh Kudus.
“Mulai dari penyulaman, pemberian vitamin serta pemotongan rumput sudah dalam proses dan kita lihat sekarang sudah hampir tumbuh hijau kembali dan sudah tidak ada bau menyengat seperti pasca Dandangan,” ujarnya saat ditemui usai meninjau rumput di Alun-alun pada Selasa (04/04/2023).
Lebih lanjut, Abdul menyebut penghijauan agar kembali asri pada rumput ini sangat terbantu dengan adanya hujan yang turun beberapa waktu lalu di Kabupaten Kudus.
“Dengan air hujan itu sebenarnya membawa dampak manfaat seperti adanya jumlah nitrogen yang larut dalam bentuk nitrat yang dapat diserap tanaman dan keasaman air hujan yang lebih rendah membuka kunci nutrisi penting untuk kesuburan,” paparnya
Pihaknya mengaku pemulihan dikelompokan menjadi beberapa bagian, yakni tanah dengan keadaan baik dan rusak. Bagi rumput yang susah tumbuh ini pihaknya menyebut dilakukan penyulaman.
“Kami pastikan sebelum lebaran alun-alun sudah bisa digunakan dan akan kami bersihkan pula lantai yang ada disekitaran. Apalagi garis police line juga dipasang dan beberapa hari ini kita pantau masyarakat tidak masuk kedalam turut menjaga dan mematuhi aturan,” tukasnya
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus yang juga hadir meninjau, Didik Tri Prasetyo menyebut manfaat air hujan bagi pertumbuhan tanah dan tanaman sangatlah luar biasa.
“Ini berkah, setelah dandangan kan menjadi rusak alun-alun, selain diberi pupuk dan penyulaman dari pihak kita, hujan juga berperan penting dalam suburnya kembali penghijauan yang ada,” tambahnya
Sementara itu, Pemerhati lingkungan yang juga akademisi di Kabupaten Kudus, Hendi Hendro menyebut apresiasinya atas kinerja pemerintah yang sigap dalam penanganan alun-alun simpang tujuh.
“Kita kawal semoga berhasil untuk merecovery, karena lapangan alun-alun simpang tujuh merupakan muka atau wajah dari Kota Kudus, apalagi menyatu dengan pusat pemerintahan Kabupaten harus dijaga keindahannya,” tandasnya. (YM/YM)










