Kudus, isknews.com — SMP Negeri 5 Kudus menandai usia ke-82 dengan rangkaian kegiatan yang memadukan prestasi, budaya, serta kepedulian sosial. Peringatan yang mencapai puncaknya pada Rabu, 30 April 2026 ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang menampilkan kreativitas dan nilai kebersamaan seluruh warga sekolah.
Puncak perayaan dihadiri sejumlah tokoh pendidikan, di antaranya Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Kepemudaan Kudus Mohammad Zubaidi, Ketua PGRI Kudus Ahadi Setiawan, serta Kepala SMP 1 Kudus Abdul Rochim.
Kepala SMPN 5 Kudus, Siti Fatimah, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan telah digelar sejak awal tahun sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah.
Selama bulan Ramadan, sekolah menggelar aksi sosial dengan membagikan sekitar 1.000 paket takjil kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang melibatkan guru, siswa, dan warga sekolah.
Selain itu, pada 12 April digelar berbagai lomba internal sebagai wadah bagi siswa untuk mengekspresikan minat dan bakatnya. Agenda tersebut juga dilengkapi kegiatan keagamaan, bakti sosial, serta santunan kepada lebih dari 100 anak.
Ekspresi kreativitas siswa turut ditampilkan melalui pameran bertajuk “Peta Patra”. Pameran ini menghadirkan beragam karya seni rupa, pertunjukan musik dan tari, hingga penampilan tahfiz Al-Qur’an yang menjadi salah satu program unggulan sekolah dengan target hafalan juz 30 bagi peserta didik.
Momentum peringatan juga ditandai dengan peluncuran logo baru sekolah yang menampilkan figur Gatotkaca sebagai simbol kekuatan dan semangat. Filosofi logo tersebut menggambarkan tekad untuk terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.
Mengusung tema “Bertumbuh Harmoni dalam Menjaga Prestasi”, Siti Fatimah menegaskan bahwa kemajuan sekolah tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak.
“Sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Kepemudaan Kudus Mohammad Zubaidi menilai usia sekolah yang semakin matang harus diikuti dengan penguatan mutu pendidikan dan daya saing.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa sebagai fondasi pembentukan karakter.
“Lingkungan yang kondusif akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter dan kepribadian anak,” ujarnya.
Rangkaian acara turut dimeriahkan penampilan angklung oleh para siswa sebagai tindak lanjut pembelajaran luar kelas, termasuk kegiatan outing class di Saung Angklung Udjo, Bandung. Antusiasme siswa dalam memainkan alat musik tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sejak dini.
Selain itu, karya proyek akhir siswa kelas IX dalam mata pelajaran seni budaya juga dipamerkan. Proyek berbasis kolaborasi tersebut menunjukkan kemampuan siswa dalam berkreasi sekaligus mengelola kerja tim.
Pameran tahun ini disajikan terpusat di ruang utama sekolah sehingga dapat diakses lebih luas oleh para tamu undangan. Pada kesempatan yang sama, sekolah juga meluncurkan buku biografi yang merekam perjalanan SMPN 5 Kudus sejak berdiri pada 1 April 1944 hingga kini.
Berlokasi di Desa Barongan, Kecamatan Kota Kudus, SMPN 5 Kudus terus meneguhkan komitmennya menghadirkan pendidikan berkualitas. Berbagai inovasi terus dikembangkan untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter serta memiliki kepedulian sosial. (YM/YM)






