Ikonis dan Instagrammable, Festival Mural di Dinding Luar Pijar Park Kudus

oleh -277 Dilihat
Suasana lomba Pijar Mural Festival di pagar luar Pijar Park Camping Groun Kajar, Dawe, Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com, – Demi mempercantik dan membuat kawasan wisata Pijar Park menjadi ikonis dan instagramable, pengelola Pijar park camping ground menggelar even lomba Mural pada tembok keliling kawasan tersebut. Ajang ini diikuti sebanyak 15 orang peserta dari berbagai daerah yang ada Indonesia, seperti, Batu Malang, Magelang, Banjarmasin, Blora, Jakarta, Kudus, dan Demak, mereka adalah para seniman mural yang sudah malang melintang didunia lukis dengan media dinding tembok sebagai kanvas lukisan mereka.

Lomba digelar di kawasan Wisata Pijar Park di Desa Kajar yang merupakan kawasan hutan lindung milik Perum Perhutani dengan menggandeng sejumlah mahasiswa yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan memanfaatkan tembok pembatas di dekat pintu masuk objek wisata.

Menurut Ketua Panitia Festival Mural Pijar Park 202 Muhammad Antono atau yang akrab disapa Anton mengatakan, kegiatan ini untuk menarik pengunjung supaya datang ke tempat wisata Pijar Park serta untuk menambah daya tarik wisata di Pijar Park.

“Lomba Pijar Mural Fest 2022 ini memang mengambil tema pelestarian lingkungan alam sekitar. Nantinya kami berharap bisa sebagai pusat swafoto bagi pengunjung yang datang,” kata Anton, Sabtu, (06/08/2022).

Alasan memilih space kosong di dinding UMKM yaitu, supaya mempercantik area teras UMKM yang nanti akan segera di buka. Dan bisa menjadi daya tarik pengguna jalan yang hendak berziarah ke makam Sunan Muria. Menurit dia tak lama lagi pihaknya akan membuka area food court UMKM untuk warga sekitar yang akan menjual makan khas murai seperti, getuk Kajar, dan kopi khas Lereng Muria.

“Kebetulan Objek Wisata Pijar Park Kudus merupakan kawasan hutan sehingga ingin mengajak semua pihak untuk ikut bersama-sama melestarikan alam sekitar, agar tidak mengganggu keseimbangan alam sekitar,” katanya.

Jumlah peserta lomba sendiri, tercatat ada 17 pendaftar meskipun saat perlombaan terdapat dua pendaftar yang tidak bisa mengikuti perlombaan tanpa keterangan.
Nantinya, hasil karya dari para peserta akan dinilai oleh para juri. Mereka yang menjadi juara akan mendapatkan hadiah uang tunai, tropy, sertifikat, dan Voucher bermalam di Pijar Park selama dua hari.

“Hadiahnya uang tunai, tropy, sertifikat, dan Voucher bermalam di pijar selama dua hari,” jelas dia.

Sementara itu, sSalah satu dewan Juri Festival Mural Pijar Park 2022, Luki Surya mengatakan, dalam penjurian ia melihat kedetailan gambar dari para peserta lomba.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan melihat kerapian gambar, kemudian konsep yang sudah ditentukan oleh pihak panitia. Dan yang paling penting, peserta bisa menjelaskan tentang filosofi mural yang digambarnya.

Desmanto Dwi Tresnawan seniman mural dari Blora dengan judul karyanya “Ibu Bumi” yang memenangkan juara 1 Pijar Mural Festival 2022 (Foto: istimewa)

“Dalam penjuruian kita penilaian kedetailan di gambar mural, kerapain dan konsep yang diangkat dari para senimannya. Temanya itu tentang apa yang ada di Lereng Muria ini,” jelas dia kepada awak media, Sabtu, 6 Agustus 2022.

Setelah dilakukan penjurrian diperoleh juara pertama seniman asal Blora, Jawa Tengah dengan mengangkat judul ‘Ibu Bumi’ dalam karyanya.
Perlombaan menggambar di ruang tembok kosong yang ada di teras UMKM wana wisata Pijar Park ini, para peserta diberikan waktu selama 3 jam untuk menghasilkan sebuah karya lukis mural.

Desmanto Dwi Tresnawan dari Blora mengaku senang bisa mendapatkan juara pertama dalam ajang ini. Ia bersama temannya hanya menerapkan tema yang telah diberikan sebelumnya oleh panitia. Setalah mendapatkan tema tersebut Desmanto mengaku, sebelum dituangkan didalam ruang tembok kosong, ia bersama temannya mengembangkan tema tersebut.

“Temanya dari Pijar Park, kita cuma menerapkan maupun mengembangkannya. Kita beri nama temanya itu ‘Ibu Bumi’,” jelas dia.

Ia menjelaskan terkait filosofi yang ada di gambar muralnya, yakni menggambarkan terkait satu orang karakter tentang satu wanita yang memegang sebuah benih pohon.
“Menggambarkan tentang ‘ibu bumi’. Kami membentuk karakter satu orang tentang satu wanita yang memegang sebuah benih pohon,” ujarnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.