Imunisasi Diundur, Kecuali Pemberian HB0 Bayi Baru Lahir

oleh

Kudus, isknews.com – Menindaklanjuti surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pelayanan kesehatan yang banyak kerumunan atau antre panjang untuk tidak dilaksanakan terlebih dahulu, salah satunya imunisasi.

”Kami sudah mensosialisasikan ke Puskesmas dan bidan, kalau kondisi tidak stabil, maka layanan imunisasi diundur atau dihentikan sementara,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Joko Dwi Putranto saat ditemui awak media di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (1/4/2020).

TRENDING :  Agustus 2019, Kelompok Bahan Makanan di Kudus Sumbang Inflasi 0,82 Persen

Dikatakan Joko, Untuk menghindari kerumunan, Puskesmas maupun bidan sementara tidak melayani imunisasi. Kecuali, pemberian HB0 untuk bayi yang baru lahir. Karena, biasanya antre imunisasi lebih banyak dibandingkan periksa kehamilan.

TRENDING :  Tradisi Kupatan yang Tidak Lekang Waktu

Sementara itu, Ali Muhtadi, Pengelola Program Imunisasi DKK Kudus menjelaskan, jika imunisasi dibawah tiga tahun nantinya akan dikejar, dan disesuaikan jatah yang belum didapat. Misal, usia lima bulan ini belum mendapatkan vaksin karena dampak mundurnya imunisasi, maka nanti tetap akan mendapatkan vaksin sesuai dengan urutannya meski usianya sudah beranjak enam bulan.

TRENDING :  H.M. Hartopo Ajak Pemuka Agama Kompak Lawan Covid-19 di Bulan Suci

”Kecuali usia sembilan bulan diberikan lebih dulu vaksin MR, karena menjaga antibody yang habis yang didapat dari ibunya sewaktu masih di kandungan, baru nanti diberikan vaksin lainnya yang belum didapat,” terangnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :