Kudus, isknews.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Terbaru, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut membuka layanan neuro intervensi dengan metode Digital Subtraction Angiography (DSA), sebagai upaya modern dalam penanganan dan pencegahan penyakit stroke serta gangguan pembuluh darah otak lainnya.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Hakam, Sp.A, menjelaskan bahwa layanan ini menggunakan teknologi mutakhir dalam dunia medis. “Dengan teknologi DSA, pemeriksaan pembuluh darah di otak bisa dilakukan secara lebih akurat, cepat, dan minim rasa nyeri,” ungkapnya, Selasa (30/4/2025).
Layanan neuro intervensi ini ditangani langsung oleh dr. Fathul Yazid Izza, Sp.N, FINA, seorang dokter spesialis neurologi dengan keahlian khusus di bidang neurointervensi vaskular. Ia berpengalaman menangani berbagai kasus kelainan pembuluh darah otak baik secara diagnostik maupun intervensi.
“Selain teknologi yang kami sediakan, SDM kami pun kompeten di bidangnya. Kami ingin masyarakat Kudus dan sekitarnya bisa mengakses layanan berkualitas tanpa harus pergi jauh ke luar daerah,” lanjut dr. Abdul Hakam.
Kabar baiknya, layanan DSA di RSUD Kudus kini juga telah resmi terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Hal ini tentu menjadi kemudahan besar bagi masyarakat. “Alhamdulillah, layanan DSA kami telah di-approve oleh BPJS awal pekan ini. Jadi masyarakat bisa memanfaatkannya tanpa khawatir soal biaya,” tambahnya.
Sementara itu, dr. Fathul Yazid Izza menjelaskan bahwa pemeriksaan DSA sangat penting untuk mendeteksi berbagai kelainan pembuluh darah di otak, seperti arteriovenous malformation (AVM), penyempitan atau sumbatan pembuluh darah, serta tumor otak tertentu.
“Pemeriksaan ini direkomendasikan bagi pasien yang mengalami gejala seperti sakit kepala berkepanjangan, vertigo, kejang, atau kelemahan di satu sisi tubuh yang diduga berasal dari kelainan pembuluh darah otak,” paparnya.
Prosedur dilakukan di ruang cathlab dengan pembiusan lokal. Kateter kecil dimasukkan melalui pembuluh darah di pangkal paha, kemudian diarahkan ke otak untuk menyuntikkan zat kontras, sehingga gambaran pembuluh darah dapat terlihat jelas.
“Jika memiliki gejala yang dicurigai berkaitan dengan pembuluh darah otak, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan. DSA dapat menjadi langkah awal yang penting untuk diagnosis dan terapi yang tepat,” pungkas dr. Fathul.
Dengan hadirnya layanan ini, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Pantura timur Jawa Tengah, khususnya dalam bidang neurologi dan intervensi pembuluh darah. (AS/YM)







