Kudus, isknews.com – Upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antar pelaku wisata terus dilakukan di Kabupaten Kudus melalui forum Jagong Gayeng Pelaku Wisata Kudus Jilid 6 yang digelar di Aula Muria Green Farm SMA PGRI Kaliwungu, Sabtu (17/1/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-44 SMA PGRI Kaliwungu dan HUT ke-1 Muria Green Farm.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WIB tersebut mengusung tema “Membangun Visi dan Misi Bersama Mengembangkan Pariwisata Kudus yang Berkelanjutan”. Acara ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus dialog terbuka antara pemerintah daerah, pelaku wisata, dunia pendidikan, dan komunitas pariwisata.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Hadir dalam kesempatan itu Plh Kepala Disbudpar Kudus Tegub Riyanto, Kabid Pariwisata Bimo Sekti, serta Kasi Promosi Pariwisata Esti Aristiana.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan berbagai organisasi dan komunitas kepariwisataan di Kabupaten Kudus, di antaranya Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kudus, Kadin Kudus, Tanker, Petaku, Dewiku, Forum Komunikasi Pokdarwis (FK Pokdarwis), PHRI, Apita, FKLPID, Masata, Paguduwiku, Genpi, hingga Dewisnu.
Plh Disbudpar Kudus Tegub Riyanto menyampaikan bahwa kegiatan Jagong Gayeng menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah dengan pelaku wisata.
“Melalui Jagong Gayeng ini kami ingin membangun komunikasi yang terus menerus dan berkelanjutan antara Disbudpar dengan para pelaku wisata Kudus, sehingga pengembangan pariwisata bisa berjalan seiring dan saling menguatkan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menciptakan iklim pariwisata Kudus yang harmonis, kondusif, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kabid Pariwisata Disbudpar Kudus Bimo Sekti menjelaskan bahwa hasil diskusi dalam Jagong Gayeng akan menjadi bahan awal penyusunan grand design pariwisata Kabupaten Kudus.
“Grand desain pariwisata ini penting agar pengembangan destinasi, event, serta promosi memiliki arah yang jelas dan terintegrasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan Muria Green Farm yang berada di lingkungan SMA PGRI Kaliwungu menjadi contoh kolaborasi antara sektor pendidikan dan pariwisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi.
Senada, Kasi Promosi Pariwisata Esti Aristiana menekankan pentingnya pemasaran pariwisata secara kolaboratif.
“Promosi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Melalui pemasaran bersama, baik secara direct selling maupun digitalisasi promosi, potensi pariwisata Kudus akan lebih mudah dikenal masyarakat luas,” katanya.
Melalui peringatan HUT ke-44 SMA PGRI Kaliwungu dan HUT ke-1 Muria Green Farm ini, diharapkan terbangun semangat kebersamaan dalam mengembangkan pariwisata Kudus yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak ekonomi dan edukatif bagi masyarakat. (AS/YM)









