Jaring Aspirasi Pelaku Seni dan Pengamat Museum Untuk Revitalisasi Museum Kretek

oleh
Museum kretek Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Hingga kini, upaya penambahan koleksi di Museum Kretek masih dalam tahap pengkajian. Pasalnya sangat disayangkan jika satu-satunya museum kretek di Indonesia tersebut kalah pamor dalam bidang sejarahnya.

Penjaringan aspirasi terkait hal ini segera dilakukan. Aspirasi, akan diambilkan dari para pengusaha rokok yang selama ini telah menjalankan usahanya. Penjaringan juga akan diambilkan dari segenap pengunjung yang ingin memberikan saran dan masukan.

“Karena revitalisasi sebenarnya butuh proses yang panjang,” kata Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya pada Disbudpar Kudus, Kasman Sutiyono.

Para pelaku seni, pegiat museum serta unsur-unsur terkait dalam hal ini juga diharapkan penyaluran aspirasinya. Dengan tujuan semakin banyak aspirasi, maka semakin baik pula Museum Kretek berbenah.

TRENDING :  Sudjiwo Tedjo Mendem Teknologi di UMK

“Butuh pandangan dan masukan dari banyak unsur,” lanjutnya.

Dari semua aspirasi, yang paling penting adalah pandangan dari para pelaku usaha rokok. Mengingat dari segi historial para pengusaha rokok jelas tahu asam garam dunia perkretekan di Kabupaten Kudus.

“Juga berkaitan dengan penambahan koleksi museum,” tambah Kasman.
Ia menjelaskan, pihaknya akan berupaya melobi mobil pengangkut rokok kuno yang sudah tidak digunakan. Mobil tersebut akan digunakan untuk menambah koleksi di Museum Kretek. Supaya koleksi bisa terus bertambah.

TRENDING :  Tradisi Shodaqoh Sego Kepel di Masjid Wali Loram Kulon

Selain penambahan koleksi, penataan kembali foto-foto kuno juga segera dilakukan. penataannya meliputi foto-foto kondisi brak (gudang produksi) maupun tokoh industri rokok. Pernak-pernik peralatan dan bahan produksi keretek akan ditata kembali dan dilengkapi literasinya.

“Literasi akan didapatkan dari para pelaku usaha rokok kretek,” terang Kasman.

Terlepas dari pro kontra industri rokok, pihaknya juga akan melengkapi data-data komprehensif mengenai kontribusi industri hasil tembakau di Kudus maupun beberapa daerah sekitar. Data yang dimaksud misalnya berapa jumlah pabrik rokok dari waktu ke waktu, jumlah pekerja, jumlah produksi maupun seberapa besar hasil cukai yang disetor ke negara.

TRENDING :  Libur Akhir Tahun Bingung Mau Ke Mana? Datang Saja Ke Taman Lalu Lintas, Dijamin Bikin Pintar Anak

“Kami berharap, warga yang mendatangi Museum Keretek akan mendapatkan gambaran komprehensif mengenai rokok keretek,” jelasnya.

Salah seorang pengunjung, Sudibyo (34), menyatakan sudah saatnya Museum Keretek dibenahi. Dia mengaku sudah beberapa kali mengunjungi museum dan menilai kondisinya relatif sama. Jika dibenahi dari semua sisi, dipastikan akan semakin banyak pengunjungnya.

“Dari segi koleksi museum, sangat sedikit perubahannya, semoga bisa lebih baik lagi,” tandasnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :