Nojorono Kudus Kupas Cerita dan Nilai Sejarah dalam Kajian Koleksi Museum Kretek 2024

oleh -492 kali dibaca
Direktur PT Nojorono Tobacco International Arief Goenadibrata, Kepala Dinas Kebudayaan Kudus Mutrikah dan Budayawan Kudus Prayitno saat menjadi pembicara pada gelar kegiatan Kajian Koleksi Museum Kretek 2024, yang mengupas cerita barang koleksi Museum Kretek di Kudus, Senin 10/06/2024 (Foto: istimewa)Dalam sambutannya,

Kudus, isknews.com – Dalam upaya menggali sejarah serta peran barang – barang koleksi di Museum Kretek, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kudus, melalui Pengelolaan Museum Kabupaten/Kota Sub. Kegiatan Perlindungan dan Pemanfaatan Koleksi Secara Terpadu, menggelar kegiatan Kajian Koleksi
Museum Kretek 2024, yang mengupas cerita barang koleksi Museum Kretek di Kudus.

Turut menggandeng beberapa produsen rokok di Kudus, Nojorono Kudus mendapat giliran pertama yang diundang menjadi narasumber, untuk mengedukasi berbagai barang koleksi yang dihibahkan. Gelaran yang ditujukan bagi seluruh personel karyawan yang bertugas di Museum Kretek, Nojorono Kudus menyambut hangat terbuka undangan langsung Mutrikah, S.H., selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kudus, Senin (10/06/2024).

Arief Goenadibrata selaku Direktur PT Nojorono Tobacco International, menyampaikan “Nojorono Kudus menyambut baik dan terbuka atas undangan langsung yang disampaikan. Kegiatan bernilai edukasi sejarah, tentunya sangat dibutuhkan bagi seluruh personel karyawan di Museum Kretek, yang kesehariannya memandu cerita sejarah bagi khalayak umum.

Tak hanya sejarah Nojorono Kudus yang memiliki warisan nilai luhur dengan beragam makna
filosofis, namun, kekayaan nilai prinsip warisan yang diturunkan dari para pendahulu Nojorono Kudus, turut memberikan makna baik yang dapat menjadi cerminan berperilaku,”

Cerita sejarah Nojorono Kudus lintas masa yang tertuang dalam berbagai produk yang disumbangsihkan bagi Museum Kretek, bukanlah terbentuk tanpa alasan. Tentu keseluruhannya, berlandaskan itikad untuk menjadi cahaya yang menghidupi.

Dalam kesempatan acara, Arief Goenadibrata menceritakan sejarah Nojorono Kudus dimulai dari arti nama Nojorono dalam aksara jawa yang diwakili makna Cipta, Karsa, Rasa, Cahya.

“Cipta mengacu pada awal cerita pendiri dan para pendahulu membangun perusahaan. Karsa direpresentasikan dari alat – alat kerja seperti meja giling dan timbangan yang berperan sebagai alat pendukung produksi, juga barang promosi sebagai media pendukung pemasaran.

Rasa adalah nilai – nilai dan prinsip warisan leluhur yang senantiasa mengiringi langkah visi dan misi Nojorono Kudus sebagai sebuah entitas bisnis, yang tak hanya berfokus pada keuntungan namun pentingnya menghembuskan “roso” dalam setiap karya yang dihasilkan.

Cahya, diwakili melalui berbagai produk – produk yang dihasilkan dan banyak kegiatan sosial kami sebagai kontribusi terhadap publik, salah satunya upaya pelestarian Caping Kalo, melalui buku edukasi sejarah dan yang baru – baru ini kami luncurkan perdana melalui seni tari, yakni Tari Cahya Nojorono” , jelas Arief. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.