Kudus, isknews.com – Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI – AKB) di Kudus tergolong masih cukup tinggi. Yakni 11 kasus AKI dan 123 AKB. Bila dibandingkan tahun 2018, jumlah AKI dan AKB di Kudus justru alami kenaikan dari tahun sebelumnya yang AKI 10 kasus dan AKB sebanyak 115 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Muslimah mengungkapkan masih tingginya AKI dan AKB di Kudus disebabkan karena tingginya angka kehamilan di kota Kretek.
“Dalam setahun di Kudus ada sekitar 15 ribu ibu hamil,” bebernya.

Dimana dari 15 ribu kehamilan itu, lanjut dia, 28 persen atau sekitar 4 ribu diantaranya masuk ke dalam golongan kehamilan resiko tinggi atau hamil resti.
Sebagaimana diketahui, kehamilan resti terjadi pada kasus ibu yang hamil pada usia terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu dekat jarak kehamilannya.
Selain itu, kehamilan resti juga terjadi pada ibu yang mengidap penyakit penyerta. Seperti anemia, hipertensi, diabetes, leukimia dan penyakit menular seks.
Ibu dengan kehamilan resti memiliki resiko besar melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), bayi lahir cacat atau mengidap penyakit tertentu (warisan dari ibunya), dan tentunya meningkatkan resiko kematian ibu atau anak.
Jika melihat dari jumlah penduduk Kudus yang berkisar 800 juta jiwa. Angka kehamilan 15 ribu pertahun tergolong cukup tinggi. Dibandingkan dengan Kabupaten tetangga, Blora, yang memiliki penduduk kisaran 1 juta jiwa. Angka kehamilannya pertahun hanya berkisar 9 ribu.
“Satu hal yang masih menjadi PR kita adalah menekan angka kehamilan. Tentunya melalui progam KB,” paparnya.
Pasalnya, dari pengamatan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus angka kesadaran masyarakat untuk cek kesehatan cukup tinggi. Utamanya para ibu yang masuk kedalam golongan resti. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk melakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan juga telah tinggi.
Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat Kudus agar merencanakan progam kehamilannya. Dari usia ibu, jarak persalinan dan kondisi kesehatan ibu juga harus diperhitungkan.
“Kalau sudah punya anak dua atau tiga, ya cukup,” sambungnya.
Dari Muslimah diketahui angka kehamilan ibu pada awal 2020 ini ada sekitar 7.973. Dimana 952 diantaranya merupakan ibu dengan kehamilan resti dan 121 ibu dengan resiko sangat tinggi.
“Semoga para ibu hamil resti ini bisa menjalani proses persalinan dengan selamat dan anaknya juga sehat. Sehingga AKI dan AKB di Kudus bisa ditekan,” pungkasnya. (YM/YM)










