Kapolsek Dawe Dorong Desa Punya Unit Damkar Kecil, Usai Dua Kebakaran di Kandangmas Sehari

oleh -179 Dilihat
Terjadi Kebakaran yang menghanguskan gudang penggilingan tebu milik Wartono di Dukuh Masin RT 004 RW 014, Jumat (15/8/2025) pagi. (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Setelah sebelumnya kebakaran melanda gudang penggilingan tebu milik Siswanto (43) di Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Kamis (14/8/2025) malam.

Peristiwa serupa kembali terjadi hanya beberapa jam berselang. Kali ini, api menghanguskan gudang penggilingan tebu milik Wartono di Dukuh Masin RT 004 RW 014, Jumat (15/8/2025) pagi.

Kebakaran Kamis malam diketahui sekitar pukul 19.30 WIB. Api menghanguskan bangunan serta tumpukan ampas tebu kering, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp80 juta.

Untuk kejadian Jumat pagi, Kapolsek Dawe, AKP Budianto, mengungkapkan peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Api diduga berasal dari tungku pawon yang apinya terbawa angin hingga mengenai tumpukan ampas tebu kering.

“Salah satu pekerja sempat melihat sumber api dan berusaha memadamkan, namun angin kencang membuat api cepat merembet,” jelasnya.

Tiga pekerja berupaya mematikan mesin giling, memadamkan pawon, dan menyelamatkan gula yang sudah jadi.

Warga yang berdatangan ikut membantu sebelum akhirnya petugas Damkar BPBD Kudus, Satpol PP Kudus, Damkar Sukun, dan Polsek Dawe berhasil memadamkan api sekitar pukul 11.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp40 juta, meliputi bangunan gudang berukuran 15 x 15 meter senilai Rp30 juta serta ampas tebu senilai Rp10 juta.

Budianto menegaskan, potensi kebakaran di Kandangmas sangat tinggi, terlebih pada musim kemarau disertai angin kencang.

“Di musim kering seperti ini, apalagi ada angin, sangat berpotensi terjadi kebakaran. Kemarin saja, dalam satu hari sudah terjadi dua kebakaran di Kandangmas,” ungkapnya.

Sebelumnya, menyikapi kondisi tersebut, Polsek Dawe bersama camat, danramil, serta para kepala desa telah menggelar rapat koordinasi.

Salah satu masukan yang disampaikan adalah agar setiap desa memiliki unit pemadam kebakaran skala kecil untuk penanganan awal.

“Kalau mengandalkan mobil pemadam besar, jangkauannya agak jauh dan sulit masuk ke lokasi. Desa bisa memodifikasi kendaraan operasional untuk pemadaman awal saat terjadi kebakaran,” terangnya.

Ia juga mengimbau pengelola usaha gula tunggu lebih berhati-hati membuang sisa ampas tebu dan memastikan api di tungku benar-benar padam, mengingat banyak aktivitas pengolahan dilakukan oleh warga, termasuk anak-anak muda. (YM/YM)