Kasus DBD Capai 251, Pemkab Kudus Genjot Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

oleh -108 Dilihat
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Andini Aridewi. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kudus yang mencapai 251 sejak awal tahun 2025 mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan, salah satunya melalui gerakan satu rumah satu jumantik.

Gerakan ini menempatkan anggota keluarga sebagai juru pemantau jentik (jumantik) di setiap rumah, dengan tugas utama memeriksa dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah ini dinilai sebagai strategi efektif yang bersifat preventif dan partisipatif.

“Semua pihak harus terlibat aktif. Bukan hanya tenaga kesehatan, tapi juga masyarakat di level rumah tangga. DBD bisa dicegah kalau lingkungan benar-benar bersih dan bebas jentik,” kata Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam kegiatan lintas sektor Pokjanal Penanggulangan Dengue, Selasa (20/5/2025).

Sam’ani juga mengingatkan bahwa metode fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak menyelesaikan masalah pada sumbernya. Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menjadi kunci utama yang harus digalakkan secara rutin dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Andini Aridewi, menyampaikan bahwa hampir separuh dari total kasus DBD menyerang anak-anak. Meski hingga kini belum ada kasus kematian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

“Kami bersyukur tidak ada kematian, tapi ini bukan berarti kita boleh lengah. Sekitar 47 persen kasus menyerang anak usia sekolah, sehingga lingkungan sekolah pun harus menjadi perhatian,” jelasnya.

Untuk itu, DKK Kudus menggencarkan program Sekolah Bebas Nyamuk (SBN) yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua dalam menjaga kebersihan sekolah dari potensi sarang nyamuk. Selain itu, pihaknya juga mendorong edukasi dan sosialisasi yang melibatkan lintas profesi dan instansi.

“Tenaga kesehatan, PPNI, apoteker, hingga kader posyandu kami ajak terjun langsung ke masyarakat untuk edukasi. Semua berjalan sesuai tugas masing-masing, dan nanti akan ada evaluasi berkala,” tambahnya.

Dengan strategi terpadu yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat umum, Pemkab Kudus berharap tren kasus DBD bisa ditekan dan pada akhirnya mencapai target nol kasus. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :