Kudus, isknews.com – Dugaan gangguan pencernaan massal yang dialami ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kudus berdampak langsung pada aktivitas belajar mengajar.
Badan Gizi Nasional (BGN) pun menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kudus Kota Purwosari 1 untuk kepentingan investigasi.
Penghentian sementara tersebut tertuang dalam surat Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN melalui Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Albertus Dony Dewantoro, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM.
Seiring kebijakan itu, pihak sekolah mengambil langkah antisipatif demi keselamatan dan pemulihan kondisi siswa.
Kepala SMA Negeri 2 Kudus, Nur Afifuddin, mengatakan pihaknya memberlakukan pembelajaran daring sejak Jumat lalu bagi siswa yang terdampak.
“Sekolah sejak hari Jumat kami lakukan pembelajaran daring. Mulai Senin sudah masuk, tetapi bagi yang masih kurang sehat diperbolehkan daring sampai benar-benar pulih,” ujarnya.
Selain itu, distribusi MBG ke sekolah juga dihentikan sementara. Menurut Nur, keputusan tersebut diambil karena sebagian siswa masih mengalami trauma pascakejadian.
“Untuk distribusi MBG kami belum menerima karena anak-anak masih trauma. Kalau pergantian SPPG masih kami pertimbangkan,” imbuhnya.
Sebelumnya, BGN menyatakan penghentian sementara operasional SPPG Purwosari 1 dilakukan berdasarkan laporan kejadian menonjol tertanggal 29 Januari 2026, serta sebagai upaya memastikan keamanan pangan sesuai Surat Edaran Kepala BGN Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan.
Hingga kini, pemerintah daerah bersama BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti gangguan pencernaan yang dialami para siswa, sebelum menentukan langkah lanjutan terkait kelanjutan distribusi MBG (YM/YM)







