Kayu Kerangka Lapuk, Atap Ruang Kelas SD Mlatinorowito 2 Runtuh

oleh

Kudus, isknews.com – Atap gedung Sekolah Dasar Mlatinorowito 2 ambruk dan runtuh menimpa ruang kelas 4 Sekolah yang berada di Gang 6 tak jauh dari balai Desa Mlatinorowito Kecamatan Kota Kudus. Beruntung saat runtuhnya atap dan blandar gedung tersebut tidak sedang dalam jam belajar sekolah. Sehingga tak menimbulkan korban.

Dari penjelasan pihak sekolah, ambruknya gedung SD 2 Mlatinorowito tersebut terjadi pada Kamis (13/02/2020) sore sekitar pukul 15.30 uasi hujan lebat yang mengguyur Kota kretek.

Atap ruang kelas SD Mlatinorowito yang ambrol (Foto: YM)

Menurut Kepala SD 2 Mlatinorowito, Noor Wakhidah, Ruangan kelas 4, 5 dan 6 memang sudah lama tidak ditempati karena memang sudah kayu-kayu penyangga atapnya sudah lapuk dan termakan rayap.

“Sejak 4 bulan lalu kami memang tidak menempati ruang kelas tersebut karena memang membahayakan bagi anak-anak. Kami memakai ruang perpustakaan dan ruang guru untuk tempat belajar sementara,” kata Nur Wahidah, Jumat (14/02/2020).

Atap yang ambruk terjadi di ruang kelas 4. Meskipun demikian, dua kelas lain yang berada di deretan gedung, atapnya juga sudah mulai membahayakan.

TRENDING :  Masih Ada SD Di Kudus Yang Belum Punya Gedung Perpustakaan
Ketua DPRD Kudus Masan, saat melakukan peninjauan di lokasi runtuhnya atap sekolah (Foto: YM)

“Kayu kerangkanya sudah pada lapuk dan dimakan rayap, Kebetulan kejadiannya saat anak-anak sudah pulang sekolah,” tuturnya.

Kondisi atap bangunan yang ambruk memang terlihat cukup memprihatinkan. Sekilas, kayu-kayu atap yang terlihat sudah keropos dimakan rayap.

Nur Wahidah menuturkan, sebelum kejadian ambruknya atap kelas tersebut, pihaknya sudah sepakat dengan perpindahan ruang belajar siswa kelas 4, 5 dan 6 ke ruangan lain. 

Disinggung tentang gedung tua yang ambruk, kata Wahidah, sudah cukup tua. Hanya saja, pihaknya tidak tahu pasti kapan saja direhab.

Pihak sekolah, kata Wahidah juga sudah mengajukan proposal perbaikan gedung Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. 

“Informasinya, pada tahun 2020 ini, sudah ada anggaran sebesar Rp 190 juta untuk proses rehabilitasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kudus Masan yang membahas langsung lokasi mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Selain itu, menurutnya kejadian jebolnya atap ini bukan yang pertama terjadi karena beberapa hari sebelumnya kejadian serupa juga terjadi di SD 2 Purwosari Kecamatan Kota Kudus.

TRENDING :  Banyak Yang Purna dan Mutasi, 56 Sekolah Di Kudus Tak Miliki Kepala Sekolah

“Tentu saya prihatin. Ini menunjukkan koordinasi Eksekutif Besar OPD yang membidangi masalah pendidikan yang kurang baik, ”kata Masan.

Menurut Masan, dari pantauannya, seluruh bagian bangunan yang ambruk disetujui sudah tidak layak disetujui lagi. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar seluruh gedung tersebut dikosongkan. “Untuk saat ini, semua gedung yang atapnya ambruk harus dikosongkan. Jangan sampai ada korban jiwa yang jatuh, ”katanya.

Dalam kunjungan ini, Masan juga mendapati bagian gedung lain yang saat ini masih ditempati untuk siswa belajar, kondisinya juga sudah mulai mengkhawatirkan. Di ruang kelas 1, terlihat ada atap yang bocor, sehingga harus ditempatkan di tengah ruang kelas untuk dekorasi yang bocor.

TRENDING :  Gebyar Parade Pelajar Dan Santri

Oleh karena itu, kata Masan, pihaknya akan menyerahkan Disdikpora untuk melakukan langkah kongkret guna mengatasi pembicaraan tersebut. 

“Kami akan panggil Disdipora bersama dengan kepala-kepala UPT Pendidikan yang ada,” katanya.

Menurutnya, pemanggulan tersebut dilakukan agar dalam proses perencanaan sarpras pendidikan, bisa dilakukan lebih teliti dan terkoordinasi dengan baik. Seperti perencanaan rehabilitasi gedung SD yang rusak, harus dilakukan dengan menggunakan skala prioritas dan mempertimbangkan persyaratan di lapangan.

“Saya akan meminta agar kegiatan rehabilitasi sekolah jangan setengah-setengah. Ya contohnya seperti di SD ini, jika hanya mengalokasikan Rp 190 juta, tidak akan bisa membuat gedung SD ini semakin baik, ”tandasnya.

Menurut Masan, pihaknya akan meminta dinas membuat inventarisasi kondisi bangunan yang rusak. Kalau soal anggaran, menurut Masan tidak ada masalah karena anggaran pendidikan di Kudus cukup banyak. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :