Kejutan Ragadaya, Tagline Bangkitkan Semangat Pelestarian Budaya Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Kabupaten Kudus memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang begitu besar. Dalam menjaga dan melestarikan budaya Kudus dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu upaya yang akan dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus adalah dengan meluncurkan menyos huialisasikan tagline Kejutan Ragadaya.

Ditemui di kantornya, Kepala Disbudpar Bergas Caturisasi Penanggungan melalui Kepala Bidang Kebudayaan RR Lilik Ngesti W mengatakan program itu belum resmi diluncurkan dan belum dipresentasikan secara kedinasan namun saat ini sedang dalam rangka penggodogan di dinasnya.

“Kejutan Ragadaya itu adalah metode pengenalan ragam budaya di Kudus melalui cara Kenali, Kunjungi dan Lestarikan atau Kejutan dan Ragam Budaya atau Ragadaya,” kata Lilik, Senin, (21/09/2020) siang.

Menurutnya dengan tagline itu akan mendukung bagi masyarakat, khususnya warga Kudus dalam mendukung kelestarian budaya dan ikut menjaga budaya dan kearifan lokal.

RR Lilik Ngesti W, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus (Disbudpar) (Foto: YM)

Diharap pula mampu membangkitkan keingin tahuan dan belajar tentang budaya tersebut, baik hanya sekedar mengenal atau bisa juga dengan ikut mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Sehingga kedepannya diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan agar tidak musnah dan tetap dapat bertahan,” katanya.

Kabupaten Kudus memiliki banyak kebudayaan baik itu yang berupa bendawi maupun non bendawi berupa seni tari dan adat budaya yang lainnya. 

Seiring dengan perkembangan jaman banyak hal yang bisa membuat kebudayaan tersebut punah bahkan tidak dikenal jika kita sendiri tidak berusaha untuk menjaga dan melestarikannya. 

“Dari catatan Disbudpar Inventarisasi budaya di Kudus terdapat 167 data, bahkan yang terregistrasi nasional sebanyak 223 ragam budaya di Kudus. Kejutan Ragadaya ini semangatnya adalah pelestarian,” terang Lilik.

Dia mencontohkannya, semangat melestarikan itu juga dimanifestasikan saat kasus Rumah Kapal. Sebuah bangunan peninggalan H Munjahid yang menjadi salah satu ikon budaya, oleh pewarisnya sempat akan minta dicabut statusnya dari daftar sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB). Kini setelah melalui pendekatan yang intens oleh pihaknya pewaris bersedia kembali tetap merelakan bangunan milinya dalam daftar BCB di Kudus.

“Memang dari sisi kompensasi berupa beaya perawatan dan sebagainya oleh pemkab kepada pemilik BCB mungkin dianggap kurang maksimal, tapi minimal meberikan pengamanan berupa payung regulasi dan soslusi bagi pengelola BCB tersebut,” tuturnya.

Program Kejutan Ragadaya ini juga akan memperkenalkan budaya dan seni tari kepada wisatawan yang berkunjung ke Kudus. Dengan harapan Kebudayaan Kudus bisa dikenal tidak hanya di Kudus saja. Seperti diketahui, jenis budaya di Kudus merupakan warisan yang menggabungkan antara sistem agama dan adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Dalam perkembangannya, Budaya bisa menjadikan kerukunan antar masyarakat sekitar, terutama masyarakat di Kabupaten Kudus.

“Banyaknya Budaya di Kabupaten Kudus, bisa menjadikan destinasi wisata lokal tambahan bagi para pendatang dari luar daerah, untuk melihat lebih dalam tentang kearifan lokal  di kabupaten Kudus,” tandas Lilik. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :