Kekurangan Guru Kelas, SD 2 Pasuruhan Lor Terapkan Sistem Mengajar Bergantian

oleh -644 Dilihat
Sekolahan SD 2 Pasuruhan Lor, Kudus. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Kegiatan belajar-mengajar di SD 2 Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tetap berjalan meski sekolah tersebut tengah menghadapi kekurangan guru kelas.

Kondisi ini muncul setelah salah satu guru kelas 3 resmi memasuki masa pensiun sejak 1 Januari 2026, dan pihak sekolah belum menugaskan guru pengganti.

Kepala SD 2 Pasuruhan Lor yang baru dilantik, Supayitno, mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya memiliki tujuh rombongan belajar karena terdapat dua kelas paralel. Namun, jumlah guru kelas yang tersedia saat ini hanya enam orang.

“Satu guru kelas 3 telah pensiun per 1 Januari, dan sampai sekarang belum ada pengganti,” ujar Supayitno.

Sekolah yang berjarak sekitar 300 meter dari kediaman Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, itu memiliki total 183 siswa. Enam guru kelas serta dua guru mata pelajaran, yaitu Pendidikan Agama dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), mendukung SD 2 Pasuruhan Lor.

Adapun komposisi tenaga pendidik terdiri atas satu guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS), empat guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta tiga guru PPPK paruh waktu.
Untuk mengantisipasi kekosongan wali kelas 3, pihak sekolah menerapkan sistem pengajaran bergantian.

Salah satu guru kelas, Noer Aini, menjelaskan bahwa wali kelas 3 sebelumnya, Suprihatin, telah resmi pensiun per 1 Januari 2026.

“Karena belum ada pengganti, sesuai arahan kepala sekolah, sementara guru-guru yang ada mengajar kelas 3 secara bergantian,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sekolah mengatur jadwal secara fleksibel dengan menyesuaikan jadwal masing-masing guru. Saat guru kelas lain tidak memiliki jam mengajar, atau ketika mata pelajaran Agama maupun PJOK berlangsung di kelas lain, guru yang bersangkutan mengisi pembelajaran di kelas 3.

“Kalau guru PJOK atau guru Agama sedang tidak ada jam, mereka yang masuk ke kelas 3,” tambah Noer Aini.

Supayitno menyatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus.

Namun sebelum itu, ia berencana menggelar rapat internal guna mematangkan langkah dan menyusun laporan resmi.

“Tujuannya agar proses pembelajaran tetap kondusif, sambil kami memohon arahan dan solusi dari dinas,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kekurangan guru di SD 2 Pasuruhan Lor.

Menurutnya, dinas masih melakukan penataan dan pemetaan guru, terutama bagi tenaga pendidik yang mendekati masa pensiun, sekaligus menyesuaikan kebutuhan guru di masing-masing sekolah.

Termasuk penempatan guru PPPK paruh waktu yang baru dilantik pada 30 Desember lalu.

“Yang terpenting adalah pelayanan pendidikan tetap optimal dan kegiatan belajar-mengajar berjalan lancar. Proses mutasi atau pengisian guru tentu membutuhkan waktu dan tahapan,” ujar Anggun. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :