Kendala Lahan Jadi Masalah Utama jika Museum Purbakala Patiayam Kudus Diperluas

oleh -180 Dilihat
Foto : Bangunan Museum Purbakala Patiayam yang telah berdiri di lahan milik Pemdes Terban Jekulo Kudus.

Kudus, isknews.com – Museum Purbakala Patiayam berada di lahan Pemerintah Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Sehingga, pengembangan yang bersifat pembangunan fisik untuk Museum Purbakala Patiayam saat ini hanya bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah belum lama ini.

Pihaknya berupaya mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus agar tanah yang dipakai untuk Museum Purbakala Patiayam ini bisa menjadi lahan pemda.

“Kita memang harus mengusulkan anggaran, melihat kondisi anggaran yang ada di pemda ini sudah mampu atau belum, Museum sudah berdiri, jadi tidak mungkin bangunannya dipindah,” tuturnya.

“Pembangunan gedung baru di seebelah selatan bangunan lama telah menelan anggaran Rp2 miliar. Belum penataan, sarpras. Tahun ini kita ada anggaran sedikit juga untuk membangun pintu gerbang dan pagar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Terban, Supeno menanggapi, terkait rencana Disbudpar yang ingin mengakuisi lahan tersebut, Supeno menyebut harus dirapatkan dulu bersama pemdes dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Katanya, lahan tersebut tidak bisa dibeli, tetapi menggantinya dengan lahan lain yang seluas lahan tersebut.

“Kalau diakuisi, itu kan perlu dibahas dengan BPD, pemdes, jadi tidak serta merta saya putuskan sendiri. Diganti boleh tinggal teknisnya di kabupaten gimana,” tuturnya.

Disampaikan Supeno, hingga saat ini Disbudpar memang masih menyewa lahan desa untuk Museum Purbakala Patiayam. Biaya sewa yang dibebankan sekira Rp 31 juta pertahun dan masuk dalam Pendapatan Asli Desa (PAD) Terban.

“Dulu Rp 15,5 juta, per 2022 naik jadi Rp 31 juta, itu masuk PAD,” ungkapnya. (AS/YM)