Kesiapan UMKM Menjelang Detik-Detik MEA Awal Tahun 2016

oleh -952 kali dibaca

Kudus_isknews.com – (31/12) Tidak hanya merayakan pergantian tahun baru, tepat mulai pukul 00.00 nanti malam MEA (Masyarakan Ekonomi ASEAN) akan dimulai. Dengan dimulainya MEA, akan banyak bermunculan produk-produk luar yang masuk ke pasar Indonesia, sehingga pelaku ekonomi harus siap menghadapi persaingan ini.

Untuk menghadapi MEA tidak semudah membalikan telapak tangan, Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kudus sudah mempersiapkan 4 cara untuk menghadapi MEA sejak awal tahun 2015. Pertama, dengan melakukan peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan, bimbingan, magang diperusahaan yang sudah mapan serta bimbingan teknis yang dilakukan secara GRATIS. Kedua, dengan memberikan permodalan kepada pelaku usaha produktif, yaitu dengan program KUP (Kredit Usaha Produktif) tanpa anggunan dan bunga 0,9% yang di prakarsai Bupati Kabupaten Kudus H. Musthofa. Sampai saat ini sudah ada 720 UMKM yang menerima KUP dari nominal 5 juta sampai 20 juta. Ketiga, melakukan penguatan kelembagaan yaitu dengan adanya merk dagang, sertifikat halal bagi usaha makanan minuman, dan PIRT (Penyuluhan Industri Rumah Tangga) yang akan dibantu oleh Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kudus. Yang keempat, adanya bantuan pemasaran melalui berbagai pameran baik di Kudus sendiri maupun di luar provinsi seperti Batam, Jakarta, Bali. Namun untuk pameran di luar provinsi difokuskan kepada UMKM yang sudah siap exspor, bagi yang belum memenuhi masih difokuskan kepada pamera di Kudus dan sekitarnya. Selain melalui pameran, pemasaran juga melalui media online, sehingga terdapat pula pelatihan pembuatan website. Ke empat cara ini tidak hanya dilakukan di tahun ini saja, naumun tahun-tahun kedepan akan selalu dilakukan.

Adanya MEA nanti akan banyak bermunculan produk-produk dari Negara lain, namun Indonesia berharap agar masyarakat Indonesia tetap mencintai produk dalam negeri, pasalnya jumlah penduduk Indonesia sendiri mencapai lebih dari 240 Juta, sedangkan jumlah penduduk ASEAN sekitar 600 juta penduduk. Dengan mencintai produk dalam negeri kita bisa memajukan pasar dalam negeri sendiri.

Jumlah UMKM di Kudus yang tercatan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kudus yaitu sebanyak 13.000 UMKM yang rata-rata di bidang usaha mikro sedangkan komuditas paling bagus dari Kabupaten Kudus yaitu bordir dan konveksi. Bambang selaku Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kudus ketika didatangi isknews.com menyatakan “Dengan adanya berbagai pelatihan dan persiapan menjelang MEA yang sudah dilakukan, kami berharap kualitas SDM pelaku UMKM meningkat, sehingga meningkatkan kemampuan daya saing terhadap produk lain serta siap dalam menghadapi MEA yang sudah dimulai nanti malam” (Adam)

KOMENTAR SEDULUR ISK :