Kudus, isknews.com – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kudus, Kasmudi membantah keras tudingan pungli yang dialamatkan kepada dirinya terkait kutipan uang sejumlah Rp. 200.000 dari guru-guru TK, SD hingga SMA/SMK yag ada di Kudus untuk mengikuti workshops yang diselenggarakan oleh Organisasi guru yang dipimpinnya.
Usai menghadiri pelaksanaan workshop yang digelar di GOR Garuda SDN 1 Dersalam, Bae, Kudus, Kasmudi dengan didampingi oleh para pengurus teras PGRI dihadapan sejumlah awak media, di ruang terpisah membeberkan tentang program yang menurutnya bakal mendongkrak kualitas SDM guru di Kudus tersebut, Rabu (08/11/17).
Menurutnya kegiatan yang diselenggarakannya adalah sukarela bagi para guru yang bersedia mengikuti program yang diselenggarakan dalam rangka peningkatan kompetensi guru, ” sama sekali atau tanpa paksaan apapun dan dijamin tidak ada ancaman, intimidasi atau hal hal mengikat bagi para guru yang tidak mengikuti kegiatan workshop yang kami selenggarakan ini,” ujarnya.
Dalam menyambut HUT PGRI Ke-71 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2017, beberapa kegiatan demi esensi peningkatan kompetensi guru telah ia lakukan, salah satunya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penulisan Karya Ilmiah Guru, dengan tujuan sebagai bekal bagi para guru bagi yang akan mengikuti uji kompetensi.
” Penulisan karya ilmiah wajib bagi guru untuk mendapatkan sertifikat uji kompetensi karena ada kecenderungan dari sebagian guru yang setelah uji kompetensi, malas membuat dan menyerahkan tulisan karya ilmiah. Karena itulah diklat ini diadakan.” katanya.
Workshop Penulisan Karya Ilmiah Guru ini diikuti sebanyak 2.684 orang anggota PGRI Kudus dari total 5000 lebih anggota PGRI di Kudus. Karena Workshop ini digelar dalam dua sesi maka nanti para peserta juga akan memperoleh dua lembar sertifikat.
Sementara itu, disinggung Mengenai ramainya warganet yang mempertanyakan hadirnya Masan ketua DPRD sebagai narasumber dalam workshops dan dituding banyak pihak sebagai upaya penggiringan pilihan politik oleh petinggi PGRI kepada anggotanya, karena yang bersangkutan dikenal sebagai bakal calon bupati Kudus yang sedang gencar mendongkrak popularitasnya melalui kampanyenya serta tidak ada kompetensinya dengan profesi guru utamanya pada tema workshop tentang “penulisan Karya ilmiah”.
Dijawab oleh Kasmudi, “Karena beliau adalah ketua Dewan dan ini bagi kami penting karena beliau sangat mengerti tentang anggaran dan mampu mengalokasikan anggaran, terutama yang akan berkaitan dengan kebutuhan peningkatan SDM Guru dan sektor Pendidikan,” jawab Kasmudi.
Namun seiring dengan banyaknya kritikan dari masyarakat, kami sebagai pengurus PGRI tidak alergi kritik , ” kalau memang itu berdampak kurang baik ya sudah saya hentikan, lihat hari ini sudah tidak ada lagi pak Masan menjadi pembicara,” jelas Ketua PGRI yang juga Sekretaris Disdikpora Kudus ini.
Seperti diketahui Masan sudah menjadi narasumber di lima kali penyelenggaraan workshop PGRI dari rencana 9 kali penyelenggaraan serupa di sembilan Kecamatan di Kudus.
Di tegaskan oleh Kasmudi, ” PGRI tetap pada posisi netral dalam pilkada Kudus dan Pilgub mendatang,” pungkasnya. (YM)










