Kudus, isknews.com – Semangat keagamaan terasa kuat di Masjid Jami’ Wijilan, Desa Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, pada Ahad pagi. Puluhan jamaah sudah memadati masjid sejak sebelum azan Subuh untuk mengikuti tradisi Khataman Al-Qur’an rutin awal bulan.
Kegiatan khidmat ini dimulai setelah Sholat Subuh berjamaah. Suasana masjid dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan tartil, menciptakan ketenangan dan kekhusyukan bagi seluruh jamaah yang hadir.
Khataman Al-Qur’an kali ini semakin istimewa dengan kehadiran empat ulama yang memimpin jalannya acara, yaitu Ustadz Muhammad Riza, Ustadz Zaenal Arifin, Ustadz Agus Selamet, dan Ustadz Muhammad Akmal. Secara bergantian, mereka memimpin pembacaan Al-Qur’an dengan penuh penghayatan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhammad Riza menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia menyampaikan bahwa Al-Qur’an adalah sumber petunjuk, penenang jiwa, serta cahaya dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Sementara itu, Ustadz Zaenal Arifin mengajak jamaah untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, membaca dan mengamalkan Al-Qur’an tidak seharusnya hanya dilakukan pada momen tertentu, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian umat Islam.
Ustadz Muhammad Akmal dalam penyampaiannya menjelaskan keutamaan mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa setiap huruf yang dibaca akan bernilai pahala dan menjadi pemberi syafaat di akhirat kelak.
Rangkaian acara ditutup dengan doa khatam Al-Qur’an yang dipimpin oleh Ustadz Agus Selamet. Seluruh jamaah mengamini doa tersebut dengan penuh harap, memohon keberkahan, kemudahan dalam memahami Al-Qur’an, serta kekuatan untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme jamaah Masjid Jami’ Wijilan Purwosari menunjukkan kuatnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Setelah acara selesai, jamaah melanjutkan dengan ramah tamah sebagai bentuk mempererat silaturahmi.
Kegiatan Khataman Al-Qur’an bulanan ini diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan iman, memperdalam pemahaman Al-Qur’an, serta menumbuhkan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat Purwosari, Kudus.








