Kirab Budaya “Pincuk Pecel” Tradisi Muharam Desa Mlati Lor

oleh
Para peserta Kirab Budaya Pincuk Pecel desa Mlati Lor Kudus (Foto: Yuliadi Mohammad)

Kudus, isknews.com – Suasana meriah dan semarak berlangsung di jalan-jalan desa Mlati Lor Kudus pagi tadi, pasalnya sejumlah peserta kirab dan karnaval ikut memeriahkan Kirab Budaya Pincuk Pecel khas Desa Mlati Lor Kecamatan Kota Kudus.

Bunyi-bunyian alat musik dan dentuman genderang drum dari pemain marching band serta kesenian barongan menambah kemeriahan acara yang digelar dalam rangka gebyar Muharam di desa ini.

Pemerintah Desa Mlati Lor bersama dengan pemuda Karang Taruna Mekar Melati pada Minggu (23/09/2018) pagi  mengadakan Kirab Budaya yang kini sudah menjadi agenda budaya rutin tahunan desa Mlati Lor.

KIrab Budaya Pincuk Pecel diikuti oleh sedikitnya 800 orang peserta yang terdiri dari  jajaran pemerintah Desa Mlati Lor, Karang taruna, BPD, PKK, BKM, serta forum kemitraan pelayanan masyarakat (FKPM), perwakilan anggota Pasukan Garuda Rajawali (pasgara) SMA 1 Kudus dan anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti)  Kudus “ OOT.”

TRENDING :  Hartopo Apresiasi Kegiatan Budaya di Kudus Yang Mampu Dongkrak Potensi Ekonomi Desa
Marching Band Gita Bahan SMK Wisudha Karya Kudus, saat beratraksi pada Kirab Budaya Pincuk Pecel Desa Mlati Lor (Foto: Yuliadi Mohammad)

Dilepas oleh Kepala Desa Mlati Lor, Rini Mariani, rombongan kirab diawali oleh para seniman Desa  setempat, tokoh masyarakat dan para perangkat desa, kemudian diikuti oleh siswa-siswi SMA 1 yang merupakan pasukan pembawa panji-panji dan foto-foto para kepala Desa Mlati Lor disusul Marching Band Gita Bahana dari SMK Wisudha Karya Kudus, siswa siswi mulai dari TK dan SD dari sekolah-sekolah yanga ada di Mlati Lord an warga perwakilan dari RT-RT dan RW-RW.

“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada warga dan para peserta kirab budaya ini yang telah berpartisipasi memeriahkan Kirab Budaya Desa Mlati Lor,” ujar Kades Rini.

Menurut ketua panitia Kirab, Agnes Fajar Nugraheny  dari Karang Taruna Mekar Melati, penamaan Kirab Pincuk Pecel pada even budaya kali ini didasarkan oleh potensi UMKM local warga setenpat yang dikenal sebagai penghasil pecel yang enak.

TRENDING :  Tepati Janji, Pemkab Alokasikan Anggaran Kegiatan Adat Budaya

“Kebanyakan orang itu merasa bahwa pecel bikinan warga Desa Mlati Lor itu dikenal enak dan lezat, dibandingkan di tempat lain, sehingga menjadi popular dan terkenal dengan kuliner pecelnya, nah karena makannya kebanyakan dengan menggunakan piring daun pisang atau pincuk, maka untuk memonumentalkan hal tersebut, kirab yang biasa kita gelar tiap tahun sekali ini kita namakan kirab Pincuk Pecel,” jelas Agnes yang juga pengajar di SMK ini.

Agnes berharap dengan penyelenggaraan kirab budaya ini dapat lebih menjadikan warga Desa Mlati Lor ini dapat lebih nguri-uri kebudayaannya.

“Warga agar lebih bisa mencintai kebudayaannya sendiri, bias mengunggulkan potensi Desanya sendiri dan lebih mengangkat kuliner pecel khas Mlati Lor agar lebih dikenal dan menjadi lebih baik, dan tahun depan semoga bias lebih baik lagi” tuturnya.

Sebelum ini kirab dilakukan untuk memperingati khaul para leluhur dari Desa Mlati Lor, “Namun karena para leluhur itu jumlahnya banyak sehingga kami menyatukannya dalam kirab budaya khas Desa dengan menonjolkan kearifan potensi dan budaya lokalnya,” tutur agnes.

TRENDING :  Kirab Budaya Warnai Hut Ceragem

Di perempatan dekat sablon rahayu sejumlah peserta mendemonstrasikan atraksinya diawali dengan kelompok Marching Band Gita Bahana SMK wisudha Karya Kudus.

Para taruna muda sekolah kejuruan pelayaran ini bak taruna militer memperagakan ketrampilan dan berakrobat dengan memanjat menara yabg disusun dari Bass Drum serta memainkan stik mayoretnya dihadapan warga, disusul kemudian oleh sekelompok anggota pencak silat yang memperagakan jurus-jurus yang kompak sehingga memperoleh aplaus dari para penonton.

Kirab Pincuk Pecel ini mengambil rute dari Balai Desa Mlati Norowito menuju Pentol masuk gang Jaya ke pertigaan gang Budhan, SD Kanisius hingga BPJS Tenaga Kerja lalu finish kembali lagi ke Balai Desa. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :