Klarifikasi Alivia Bunga Atas Kesalahan Penjelasan Tentang Menara Kudus Pada Ajang Miss Indonesia 2020

oleh

Kudus, isknews.com – Alivia Bunga Kurniawan gadis asal Kudus yang merupakan perwakilan Jawa Tengah pada ajang finalis Miss Indonesia 2020, sempat menjadi buah bibir yang kurang mengenakkan bagi mahasisiwi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro ini.

Pasalnya Bunga begitu dia biasa disapa yang juga merupakan mantan Duta Wisata Kudus dan pernah menjadi Juara umum Putri Citra Jawa Tengah.  Pada sebuah sesi tanya jawab dalam acara yang disiarkan secara langsung oleh RCTI, Kamis (20/02/2020) malam tersebut, dianggap melakukan sebuah kesalahan.

Saat itu Bunga yang memperoleh tantangan dari Host Roby Purba dan diminta memperkenalkan tentang hal apa di Kudus yang perlu diketahui masyarakat Indonesia. Dianggap melakukan kesalahan dengan mengatakan Menara Kudus adalah peninggalan Sunan Kalijaga.

Sontak sejak usai acara malam itu jagad media sosial ramai memperbincangkan tentang kesalahan Bunga saat mendeskripsikan tentang sejarah berdirinya menara Kudus.

Alivia Bunga Kurniawan Finalis 16 besar Miss Indonesia 2020 (istimewa)

Kepada isknews.com melalui percakapan whatsApp, Bunga yang sempat lolos di 16 besar dari 34 finalis dari seluruh provinsi di Tanah Air, meski belum berhasil di lima besar peserta, menyampaikan bahwa kesalahan malam itu adalah akibat dirinya yang sedang sangat nervous menghadapi suasana yang sangat mendebarkan.

TRENDING :  Yayasan Menara Kembali Gelar Jamasan Pusaka Sunan Kudus

“Bukannya saya tidak tau, tapi pada saat itu namanya lagi grogi, niatnya mau bilang peninggalan Wali Songo tapi keluarnya kok Sunan Kalijaga,” katanya, Jumat (21/02/2020).

Jawaban itulah yang akhirnya memicu reaksi masyarakat Kudus. Di media sosial terutama, banyak warganet yang kecewa atas kesalahan dari Bunga tersebut. Pasalnya, sebagai ikon utama wisata di Kudus, Menara Kudus jelas-jelas merupakan peninggalan Sunan Kudus.

“Dilihat se Indonesia, tapi jawabannya begitu. Kalau gak paham pariwisata Kudus, ya lebih baik gak usah maju,”kata Bambang, salah satu warganet.

Komentar nyinyir lainnya juga dilontarkan Agung. “Awalnya bangga ada putri Kudus yang lolos dalam ajang Miss Indonesia. Entah salah ucap atau memang tidak paham yang jelas mengecewakan juga jika pengetahuan sejarahnya begitu,”katanya.

TRENDING :  HUT Kemerdekaan Dan Filosofi Nasi Tumpeng

Selain banyak yang nyinyir, ada pula warganet yang justru membela. Arif, salah satu warganet menilai kalau kesalahan tersebut adalah hal yang manusiawi. “Itu manusiawi ada kesalahan. Yang penting, ini jadi pelajaran untuk ke depannya,”katanya.

Mengetahui hal tersebut, melalui media ini Bunga mengaku meminta maaf atas kesalahan tersebut, dirinya tidak menyadari bahwa apa yang terucap diatas panggung itu salah.

“Saya baru menyadari setelah melihat ulang siarannya, karena maksud hati dan pikiran saya mau mengucap Wali Songo. Dengan kerendahan hati saya meminta maaf atas jawaban yang saya ucapkan, khususnya untuk warga Kudus,” ungkapnya.

Dirinya secara pribadi mengaku bangga mewakili Jawa Tengah di Ajang Miss Indonesia, dan sudah berhasil membawa Kudus dihadapan masyarakat Indonesia dan dapat masuk dalam 16 besar.

“Sekali lagi terima kasih atas suport dan do’anya, yang telah diberikan kepada saya selam ini,” tutupnya.

Sementara, Kabid Pariwisata pada Disbudpar Kudus, Mutrika mengaku maklum jika Bunga Alivia mengalami kejadian tersebut. Menurutnya, kesalahan ucap tersebut mungkin terjadi tanpa dia sadari. “Mungkin antara apa yang dimaksud dengan yang diucapkan berbeda. Atau dia grogi,”katanya.

TRENDING :  Sambut Datangnya Bulan Suci Ramadan, Komunitas Bonsai Kudus Gelar Lomba Wuwu Disungai Kemarin

Menurut Mutrika, hal tersebut cukup wajar karena manusia adalah tempat salah dan khilaf. Tapi, paling tidak, kata Mutrika, Bunga Alivia sudah mencoba berusaha yang terbaik. Bahkan, Bunga Alivia mampu menembus 15 besar di ajang Miss Indonesia tersebut.

“Kami akan selalu dorong dan doakan. Semoga dia menjadi generasi yang komitmen membangun bangsanya,”tandasnya.

Perempuan kelahiran Semarang,  19 November  1998 ini kuliah di jurusan hukum Universitas Diponegoro. Bunga tinggal di Kelurahan Mlatinorowito gang 2 nomor 50, Kecamatan Kota, Kudus.

Miss Indonesia 2020 adalah ajang pencarian wanita Indonesia yang senantiasa mengutamakan karakter kecantikan dengan tujuan, yaitu wanita yang cantik dan cerdas yang dapat memberikan kontribusi positif untuk masyarakat sekitar.  (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :