Kirab Dandangan Ditutup Tabuh Bedug, Penanda Resmi Ramadan 1447 H

oleh -371 Dilihat
Pelepasan Kirab Terbang Papat dan ratusan peserta dari unsur OPD hingga masyarakat umum yang dilepas Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dari Taman Menara. (Foto: YM/YM)

Kudus, isknews.com – Kirab terbang papat dan ratusan peserta dari unsur OPD hingga masyarakat umum yang dilepas Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dari Taman Menara, Rabu (18/2) sore, ditutup dengan prosesi tabuh bedug sebagai penanda resmi datangnya 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Dentuman bedug yang menggema dari puncak Menara Masjid Al Aqsha Menara Kudus menjadi puncak sakral rangkaian Tradisi Dandangan tahun 2026.

Sejak pukul 15.00 WIB, ribuan warga memadati kawasan Taman Menara untuk menyaksikan kirab yang berlangsung khidmat sekaligus meriah. Irama terbang papat mengiringi langkah rombongan menuju kompleks masjid, menara, dan makam Sunan Kudus.

Setibanya di lokasi, rombongan melaksanakan salat Asar berjamaah dan ziarah bersama. Menjelang waktu berbuka, sekitar pukul 17.00 WIB, delapan personel naik ke menara untuk melaksanakan prosesi tabuh bedug dan melantunkan selawat. Bunyi “dang, dang, dang” yang bertalu-talu menjadi simbol bahwa Ramadan resmi tiba.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan, Dandangan merupakan tradisi turun-temurun yang sarat nilai religius dan historis. Selain sebagai syiar Islam, kegiatan ini juga berdampak pada kebangkitan ekonomi masyarakat.

Karena besok sudah puasa, ini tradisi Kabupaten Kudus. Semoga Dandangan membuat masyarakat senang dan membangkitkan ekonomi, khususnya para pedagang kaki lima,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama 10 hari pelaksanaan Dandangan, antusiasme pengunjung sangat tinggi. Pemerintah Kabupaten Kudus akan menghitung total perputaran ekonomi dan menyampaikannya secara terbuka kepada publik, sekaligus melakukan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik ke depan.

Plh. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Teguh Riyanto, menyampaikan bahwa rangkaian kirab dan tabuh bedug menjadi bagian penting dalam pelestarian warisan budaya tak benda yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Panitia pelaksana tabuh bedug Dandangan, Ahmad Arinal Haq, menjelaskan prosesi dilakukan secara sederhana namun penuh makna.

Durasi tidak lama, cukup beberapa tabuhan sebagai tanda Ramadan tiba. Pengunjung bisa menyaksikan dari luar karena keterbatasan tempat di atas menara,” terangnya.

Dengan tabuhan bedug sebagai penutup kirab, masyarakat Kudus resmi menyongsong Ramadan 1447 Hijriah dalam suasana kebersamaan, syiar, dan pelestarian tradisi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.