Megah dan Meriah, Ribuan Warga Getas Pejaten Tumplek Belg Ikuti Kirab Sedekah Bumi

oleh -1,172 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Ribuan warga Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, tumplek bleg di arena kirab utamanya didepan lobi luar Gedung Graha Mustika milik Pemdes Getas Pejaten. Sejumlah atraksi fragmen teatrikal, tari-tarian, kirab gunungan dan fashion show warna-warni kreasi warga peserta kirab.

Acara meriah itu digelar oleh pemerintah desa menjadi agenda budaya tahunan sebagai salah satu bentuk wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, yakni menggelar Kirab Budaya Apitan “Sedekah Bumi” dengan berpawai menyusuri jalan utama desa, Minggu (26/05/2024).

Bertemakan ‘Menjalin Kerukunan Beragama dan Bernegara’, kirab ini diikuti oleh ratusan warga, siswa dan ibu-ibu PKK yang melibatkan 40 RT dari 4 RW, 9 sekolahan yang ada diwilayah, serta sebanyak 28 gunungan.

Dari pantauan media ini, jalan raya disekitar balai desa ini cukup tersendat akibat antrean peserta kirab, mereka antre bergiliran menampilkan atraksinya di depan panggung. Sedangkan ribuan pasang mata penonton membanjiri arena ditampilkannya atraksi oleh sebagian besar peserta kirab dengan berbagai ragam penampilan.

Salah satu peserta kirab apitan, yang menampilkan fashion karnaval (foto: YM)

Sementara di panggung kehormatan tampak menyaksikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mutrikah, Camat Jati Fisa Akbar dan Kepala Desa Kusnadi para dewan juri dan tamu undangan lainnya.

Mereka menampilkan kreasi yang dibawa dengan penuh kreatifitas seperti kostum dandanan berbagai macam pemuka agama, pakaian adat dan tradisi, cosplay petani, fashion show, pencak silat, drum band, tari, seni barongan,dan masih banyak lagi.

Kepala Desa (Kades) Getaspejaten Kusnadi mengatakan, bahwa acara ini digelar sebagai tradisi wujud syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rezeki lewat bumi kita, serta untuk mempersatukan berbagai unsur kebhinekaan.

“Kirab sedekah bumi sempat berhenti selama kurang lebih 3 tahun karena pandemi covid -19. Kini kembali digelar termasuk juga untuk menampilkan promosi produk yang dimiliki oleh potensi RT setempat,” kata Kusnadi, Minggu (26/05/2024).

Menurutnya dengan tema ini diharapkan kesadaran akan perbedaan tidak membuat kita pisah, kita tidak bersatu, namun dalam perbedaan ini kita jadikan kekuatan untuk maju menuju Indonesia maju.

“Dengan adanya kegiatan ini, semoga kedepan Desa Getaspejaten diberikan keberkahan, keselamatan, Kesehatan, serta kemajuan dan kesejahteraan,” ujarnya.

ditempat yang sama, Camat Jati, Fiza Akbar mengapresiasi masyarakat desa Getas Pejaten yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa dan teman-teman BPD dan seluruh panitia yang berhasil menyelenggarakan kegiatan sedekah bumi ini.

“Kegiatan karnaval budaya ini dilakukan dalam rangka apitan dan sedekah bumi di tahun 2024, jadi kegiatan ini merupakan satu bentuk wujud rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala bahwa kita semua sebagai warga masyarakat tentu mendapatkan berbagai limpahan kenikmatan dari Allah,” ujarnya disela kegiatan di depan Gedung Graha Mustika, Kabupaten Kudus.

Pihaknya berharap, kegiatan yang didukung oleh seluruh pihak terkait yang berjalan dengan lancar penuh kreatifitas masyarakat ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat khususnya di Kecamatan Jati.

Fashion berupa busana dari limbah plastik bekas karya peserta kirab di Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus (Foto: YM)

“Semoga dengan ini dapat membawa kebahagiaan, tidak hanya lahir tetapi juga batin. Jadi kegiatan ini tidak bisa dinilai hanya dari sisi materi. Tapi juga suatu kebahagiaan, suatu kesemarakan ini juga merupakan rezeki yang luar biasa untuk kita semua,” sebutnya.

Kepala Desa Getas Pejaten, Kusnadi menyebut peserta dalam kegiatan ini diikuti mulai dari 9 sekolah atau ranah pendidikan, 2 organisasi yakni Muhammadiyah dan NU serta 28 RT di kecamatan Getas Pejaten, Kudus.

Bahkan, sebelum kirab budaya sedekah bumi dengan gunungan ini, Rangkaian acara sebelumnya adalah menggelar Kenduri, yakni berdoa di 13 punden di getas Pejaten.

“Karnaval ini temanya untuk menjalin kerukunan beragama, tujuan utama saya mengangkat tema ini biar warga semakin besar rasa toleransi terhadap seluruh umat beragama baik Islam maupun non Islam. Kita lihat rasa toleransi mereka mencakup tema itu menyentuh dari masing-masing peserta,” tandasnya.

Turut dihadir pula Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah yang dalam kegiatan tersebut, dirinya sangat mengapresiasi adanya karnaval budaya sedekah bumi ini.

“Melihat jumlah kunjungan masyarakatnya luar biasa dan ini sebagai embrio bahwa ketika kita bisa menyelenggarakan kegiatan pelestarian tradisi budaya seperti ini ternyata menimbulkan satu dampak yang sangat luar biasa utamanya semangat masyarakat dari berbagai elemen,” ujar Tika sapaan akrabnya.

Dirinya menjelaskan berbagai pihak yang diuntungkan ini mulai dari mereka yang berkegiatan di ekonomi seperti UMKM, jasa transportasi, perusahaan-perusahaan kecil catering dan masih banyak lagi.

“Semuanya keluar dan mereka mengaktualisasikan berbagai karakteristiknya sehingga ini menjadi satu kolaborasi yang sangat luar biasa. Ketika ini dikemas dengan baik, itu akan menjadi satu daya tarik wisata yang luar bisa,” paparnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.