Kompetisi Liga 3 Resmi Ditiadakan, Pelatih dan Pemain Persiku Dipulangkan

oleh -192 Dilihat
Manajemen persiku saat melakukan seleksi tim skuad Persiku 2020 beberapa waktu lalu (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau ASPROV PSSI Jawa Tengah telah secara resmi memutuskan tidak akan menggelar Liga 3 Jawa Tengah pada tahun 2020 ini, menyusul tidak dikeluarkannya surat izin keramaian dari pihak Kepolisian.

Menindaklanjuti hal tersebut para pemain Tim Persiku Kudus akhirnya dipulangkan ke klubnya masing-masing. Tim sempat berlatih beberapa bulan di Kota Keretek. Mereka berpeluang besar dipanggil kembali bila kompetisi Liga 3 Jateng 2021-2022 digelar lagi Februari tahun depan, seperti informasi sementara yang diterima.

Pemulangan pemain dan pelatih Persiku tidak serta merta merupakan pembubaran tim. Manajemen Tim Kota Keretek harus menyelesaikan kewajibannya kepada pemain dan pelatih. Laporan pertanggungjawaban keuangan Persiku ditunggu hingga 30 Desember 2020.

”Manajemen Persiku bertanggung jawab memenuhi hak pemain dan hak pelatih paska ditiadakannya Kompetisi Liga 3 Jateng 2020,” kata juru bicara Persiku-Askab, Yusuf Istanto, Rabu (18/11/2020) siang.

Manajemen tidak terburu-buru dibubarkan. Pembubaran dilakukan setelah semua persoalan dianggap sudah dituntaskan terlebih dahulu.

”Manajemen mendatang tidak boleh dibebani persoalan manajemen tim sebelumnya,” tandasnya.

Soal manajemen tim tahun depan, idealnya dilakukan seleksi lagi. Namun, bila kabar kompetisi digelar bulan Februari 2021 tidak menutup kemungkinan manajemen lama akan kembali menjalankan tugasnya.

Begitu pula soal pemain dan pelatih, dimungkinkan tenaganya akan kembali digunakan.

”Segala sesuatunya tergantung kondisi yang berkembang saat itu,” imbuhnya.

Disinggung soal dana publik yang sudah digunakan untuk persiapan pembentukan tim, akan dibuatkan pertanggungjawabannya. Kondisi saat ini dapat dikatakan force majeure karena semua wilayah mengalaminya akibat pandemi.

Soal berapa dana yang digunakan untuk persiapan tim, masih dilakukan perhitungan. Alokasi dari APBD Perubahan untuk tim, ditegaskan tidak akan digunakan seluruhnya.

Dana digunakan untuk menyelesaikan pemenuhan hak anggota tim. Sisanya, akan diserahkan untuk pembinaan di berbagai lini.

Yusuf meralat kabar soal pembubaran tim yang sempat mencuat sebelumnya. Kondisi yang terjadi yakni latihan tim menarik minat penonton menyaksikan kegiatan tersebut.

“Plt Bupati Kudus Hartopo meminta dilakukan evaluasi karena masih masa pandemi, dan tidak membubarkannya,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.