Konsisten Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, PKS Kudus Gelar Aksi Flashmob di Arena KCW

oleh -216 Dilihat
Ketua DPD PKS Kudus, Sayid Yunanta saat berorasi dan memimpin aksi tolak kenaikan harga BBM bersubsidi di arena KCW, Sabtu 10/09/2022 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sebagai salah satu partai yang konsisten menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, hari ini puluhan kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kudus menggelar aksi. Aksi tolak kenaikan BBM ini dilakukan di arena Kudus City Walk (KCW) tepatnya disekitar trotoar depan Rutan Kudus, jalan Sunan Kudus, Sabtu (10/09/2022).

Dalam aksinya, sembari kordinator lapangan mereka berorasi, sejumlah kader melakukan gerakan flashmob bergerak naik turun mengikuti komando korlap dengan membentangkan spanduk sepanjang 30 meter bertuliskan “PKS Menolak Kenaikan BBM Bersubsidi” serta mengangkat sejumlah poster dan bendera PKS.

Hampir seratusan kader PKS Kudus ikuti aksi tolak kenaikan harga BBM bersubsidi di Kudus (Foto: YM)

Ketua DPD PKS Kudus, Sayid Yunanta memimpin langsung aksi unjukrasa damai ini. Dalam orasinya ia mengatakan, bahwa belum lama masyarakat keluar dari beban akibat dua tahun lebih bahkan masih hingga kini mengalami Pandemi Covid-19. kini mereka harus kembali menanggung beban berat.

“Melalui kebijakan Pemerintah Pusat dengan dalih beban subsidi BBM yang sudah berlebih, harga BBM bersubsidi resmi kembali mengalami kenaikan. Meskipun banyak penolakan dari berbagai kalangan. Namun pemerintah tetap bergeming dengan menaikkan harga BBM bersubsidi,” kata Sayid yang berorasi diatas mobil komando yang berada didepan para peserta aksi.

Gerakan Flashmob yang dilakukan oleh kader PKS Kudus saat aksi tolak kenaikan harga BBM bersubsidi (Foto: YM)

Menurutnya dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi juga menimbulkan efek berantai, termasuk juga kenaikan harga-haraga komoditas yang lain seperti sembako dan tarif transportasi dan kenaikan harga yang lain yang ujungnya berimbas pada masyarakat kecil.

“Penyaluran Bantuan langsung tunai tidak serta merta menjadi solisi bagi masyarakat, karena itu sifatnya hanya sementara. Kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi di tengah rakyat sedang berjuang untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat Pandemi Covid-19 bukanlah pilihan tepat,” ujarnya.

Menurut Sayid, masih ada solusi lain yang bisa diambil pemerintah agar hak rakyat menikmati BBM bersubsidi tidak hilang. Ia mmendesak agar agar Pemerintah menunda proyek-proyek besar yang menyedot banyak anggaran seperti mega proyek Ibu Kota Negara (IKN).

“IKN sebenarnya bukan sebuah kebutuhan yang mendesak. Anggaran untuk proyek-proyek tersebut lebih baik dialihkan untuk program-program lain yang lebih berpihak kepada masyarakat. Proyek yang menyedot anggaran besar sudah semestinya ditinjau ulang dan dananya lebih baik untuk program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat,”tandasnya.

Aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi ini juga dilaksanakan oleh kader PKS diseluruh Indonesia baik dari pengurus pusat, wilayah hingga daerah.

“PKS tegas mengatakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang sangat tidak berpihak kepada rakyat kecil ini. Sebagai bagian dari rakyat Indonesia dan ikut merasakan beban hidup yang semakin berat tegas menolak kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi,” ungkap dia.

Dari pantauan media ini, jalannya aksi yang dilaksanakan oleh kader PKS Kudus pada sekitar pukul 15.30 ini berlangsung dengan lancar. Meski arus lalu lintas agak sedikit tersendat. Sementara sejumlah aparat kemanan membantu pengamanan dan kelancaran jalannya aksi. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.