Korban Banjir Ngagel Mengungsi Di Gudang Mebel

oleh -230 Dilihat
Korban-Banjir
Foto: Tiga kepala keluarga korban banjir Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti mengungsi di gudang berukuran 4 x 6 meter. (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Banjir yang belum juga surut, membuat warga Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, terpaksa memanfaatkan sejumlah tempat untuk mengungsi. Seperti halnya Marwan, salah seorang pengungsi yang terpaksa mengungsi di gudang mebel. Meski bangunan tersebut hanya berukuran 4 x 6 meter, Marwan dan keluarganya harus berbagi tempat dengan keluarga lain sesama pengungsi.

“Sudah seminggu kami sekeluarga mengungsi di gudang ini. Tidak hanya saya, tapi masih ada dua keluarga lagi. Ya tidak luas sih, hanya 4 x 6 meter, dihuni tiga keluarga ditambah barang-barang yag bisa kami bawa,” terang Marwan saat disambangi di tempat pengungsiannya, Senin (12-02-2018).

Korban-Banjir-2
Foto: Tiga kepala keluarga korban banjir Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti mengungsi di gudang berukuran 4 x 6 meter. (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

Para pengungsi ini, kesehariannya hanya mengandalkan uluran tangan dari tetangga yang peduli dengan nasib mereka. Menurut pengakuan Marwan, sampai Minggu (11-02-2018) mereka hanya mendapatkan bantuan dari Pemerintah Desa (Pemdes).

“Belum, kami yang mengungsi di sini belum dapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Setiap harinya ya dibantu tetangga dan dari desa,” ungkapnya.

Permukiman warga Desa Ngagel sudah hampir sepuluh hari ini terendam banjir. Ketinggian air rata-rata mencapai 60 cm. Menurut penuturan Sholeh, salah seorang warga, ada sekitar 130 Kepala Keluarga (KK) yang terpaksa harus mengungsi, karena ketinggian air terus bertambah. Sebagian mereka mengungsi di rumah saudara dan ada juga yang di rumah tetangga yang tidak kebanjiran.

Sholeh menambahkan, banjir di desanya bukan semata-mata karena tingginya curah hujan. Namun disebabkan drainase yang kurang memadai. Kondisi ini diperparah dengan gundulnya hutan di sebelah Barat permukiman mereka. Hutan yang dulunya rimbun, sekarang ditanami ketela. Akibatnya, jika hujan deras tidak mampu menahan laju air yang mengalir dari pegunungan tersebut.

Selain 130 KK yang terpaksa mengungsi, masih ada ratusan KK yang memilih tinggal di rumahnya, meski banjir masih menggenang. Selain Desa Ngagel, sejumlah desa lainnya di Kecamatan Dukuhseti yang hingga saat ini masih terdampak genangan banjir, di antaranya Desa Alasdowo, Dukuhseti dan Kembang. (IN/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.