Kostum Jadul hingga Menu Tradisional, Pijar Park Sajikan Wisata Penuh Kenangan

oleh -242 Dilihat
Karyawan Pijar Park mengenakan kostum jadul saat mengantarkan pesanan menu kepada pengunjung, menghadirkan suasana nostalgia era 90-an. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Nuansa nostalgia terasa kental di kawasan wisata Pijar Park selama libur Lebaran 2026. Mengusung konsep jadul mulai dari kostum karyawan hingga sajian menu tradisional, tempat wisata ini menghadirkan pengalaman berlibur yang sarat kenangan bagi para pengunjung.

Pengelola Pijar Park, Pujiharto, mengungkapkan bahwa konsep tersebut merupakan bagian dari tema terbaru bertajuk “Balik Tiso, Balik Roso”. Tema ini dihadirkan untuk mengajak wisatawan kembali merasakan suasana sederhana khas masa lalu yang berpadu dengan keindahan alam.

Ia menjelaskan, lokasi Pijar Park yang berada di kawasan hutan pinus menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan suasana alami. Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan elemen jadul, seperti pilihan kuliner tradisional hingga penampilan karyawan dengan gaya busana era 90-an.

Semua kami kemas agar pengunjung bisa merasakan suasana tempo dulu, mulai dari makanan hingga tampilan karyawan yang bernuansa retro,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut mendapat sambutan positif dari wisatawan. Terlebih, momen libur Lebaran tahun ini juga beriringan dengan kegiatan halal bihalal serta reuni alumni STM Ma’arif Kudus yang mengangkat tema serupa.

Responnya sangat baik, pengunjung terlihat menikmati suasana yang kami hadirkan,” katanya.

Pujiharto menambahkan, jumlah kunjungan selama masa libur Lebaran diprediksi mengalami peningkatan. Jika tahun sebelumnya mencapai sekitar 11 ribu orang, tahun ini diperkirakan menyentuh angka 12 hingga 13 ribu pengunjung dalam kurun waktu sepekan.

Tak hanya mengandalkan konsep tematik, sejumlah wahana baru juga turut melengkapi daya tarik Pijar Park. Di antaranya Pijar Waterpark, Taman Kecek, Taman Domba Shaun the Sheep, taman kelinci, serta wisata edukatif berupa Jeep adventure yang mengajak pengunjung menjelajah kawasan kopi Muria.

Melalui program ini, kami ingin mengenalkan potensi lokal, khususnya kopi khas Muria kepada para wisatawan,” jelasnya.

Menariknya, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia seperti Medan, Palembang, Makassar, Bali, hingga Jabodetabek. Bahkan, wisatawan mancanegara dari Australia dan Prancis juga turut meramaikan kunjungan.

Dari sisi penginapan, tingkat hunian selama libur Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 80 persen, dengan mayoritas tamu merupakan keluarga yang datang untuk berlibur.

Salah satu pengunjung asal Pati, Emilia Sari, mengaku terkesan dengan konsep yang dihadirkan. Ia menilai perpaduan suasana alam dan nuansa jadul memberikan pengalaman yang berbeda dibanding tempat wisata lainnya.

Konsepnya bagus, mengingatkan suasana zaman dulu. Di sini juga adem dan segar, cocok untuk melepas penat,” ungkapnya.

Ia mengaku betah berlama-lama berada di lokasi bersama keluarga karena suasananya yang nyaman.

Betah sekali, sampai sore. Secara keseluruhan tempatnya menarik dan saya suka konsepnya,” tandasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :