Kramat menuju Desa Smart Village di Kudus, Berikan Layanan Admismistrasi Berbasis Web Digital

oleh -348 Dilihat
Kepala Desa Kramat Budi Himawan (Boby) saat menerangkan, program pengembangan digital di wilayahnya (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Saat ini, Pemerintah Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus sedang berbenah. Sejumlah inovasi berbasis teknologi digital dan web sudah dan sedang dalam pengembangan dengan target pada tahun 2023, Desa Kramat akan menjadi salah satu Desa unggulan Smart Village di wilayah Kabupaten Kudus.

Targetnya seluruh pengurusan layanan administrasi dan sistem informasi bagi warga dapat diakses melalui web yang telah tersedia yakni https://desakramat.id.

Desa Kramat mempunyai luas wilayah 27,6 Ha dengan jumlah penduduk 2.500 jiwa dengan lokasi berada ditengah kota dan sejumlah akses jalan pemukiman rumah warganya yang sempit bahkan sulit dilalui kendaraan roda empat, sehingga Pemerintah Desa harus berinovasi untuk menciptakan sistem komunikasi yang efektif terkait sosialisasi dan informasi dari Pemdes yang dapat langsung menyasar ke warganya.

Dengan latar belakang dan karakteristik Desa perkotaan serta penetrasi dunia digital yang telah banyak dimanfaatkan dalam pola komunikasi warganya. Saat ini Pemdes Kramat dalam rangka mempermudah akses pelayanan administrasi bagi warganya tengah mempersiapkan diri untuk mewujudkan smart village atau desa digital.

Sejumlah program-program yang dihadirkan di desa tersebut saat ini pun sudah menggunakan sistem digital yang terintegrasi.

Kepala Desa Kramat Budi Himawan menerangkan, program pengembangan digital diantaranya meliputi sistem administrasi desa, sistem pelayanan dan sistem informasi yang berbasis web. Sistem pelayanan berbasis digital ini pun sudah mulai dilakukan sejak tahun 2020 silam.

“Masyarakat bisa mengurus administrasi kependudukan atau surat menyurat itu secara digital dan mencetaknya dari rumah. Dokumen yang dicetak itu akan mimiliki barcode yang terintegrasi dengan data sistem kami,” ujar Boby panggilan akrab Budi Himawan, Kamis (06/10/2022).

Melalui website desakramat.id, pihaknya juga rutin memperbaharui data kependudukan. Ia mengatakan, hal ini dilakukan untuk memudahkan pencarian data administrasi kependudukan.

“Data di website kami itu selalu update secara realtime. Pelayanan surat menyurat di Desa Kami juga sudah ada barcode untuk mengecek keaslian dokumen,” sebutnya.

Dicontohkan, dokumen yang bisa diurus secara digital yakni seperti surat pengantar pembuatan SKCK, pembuatan akun bank atau keterangan usaha. Sedangkan untuk surat yang butuh verifikasi secara langsung, tetap harus datang di kantor pelayanan desa.

“Metap ada layanan yang harus diurus langsung ke kantor, contohnya surat kematian dan surat kelahiran,” ucapnya.

Dirinya menyebut, pihaknya juga telah membentuk tim media dengan sarpras yang memadai untuk memberikan informasi secara digital kepada masyarakat. Sistem informasi ini akan disampaikan melalui website dan media sosial milik Desa Kramat.

“Pokoknya kedepan warga tak perlu lagi hadir secara fisik ke Balai Desa. Cukup dengan mengisi aplikasi yang tersedia di web Desa apabila semua telah terkonfirmasi dengan benar dan tepat maka surat digital berkop Pemdes akan bisa langsung diterima warga. Hanya saja saat ini terkait tandatangan digital memang masih belum klir, sedang dilakukan riset oleh Dinas Kominfo,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah mengembangkan Kartu Menuju Sehat (KMS) dan Kartu Kembang Anak (KKA). Kedua kartu tersebut terintegrasi dengan data yang ada di sistem Desa Kramat.

“Program itu menjadikan kami juara II dalam lomba BKB Provinsi Jawa Tengah kategori terintegrasi,” ujarnya.

Bobi mengungkapkan, Desa Kramat juga tengah mengembangkan sistem informasi publik berbasis radio yang terkoneksi dengan mikropon Toa yang akan pihaknya tempatkan disetiap RW, hotspot area, cctv area dan panic button.

“Khusus sistem keamanan digital, saat ini kami sedang mengembangkan CCTV online, tidak ada monitor di tempat, tapi masyarakat bisa mengakses cctv lewat handphone. Terkait aplikasi mitigasi bencana dan keamanan. Nanti ada panic button yang bisa mengidentifikasi kalau ada bencana. Harapannya di 2023 bisa mulai beroperasi,” terangnya.

Untuk mempermudah masyarakatnya dalam mengakses internet, Pemdes Kramat sudah memasang fiber optic ke seluruh desa. Untuk bisa mengakses CCTV dan hotspot area. Bukan dengan menyediakan Wi-Fi gratis ke rumah-rumah, namun Pemdes Kramat memfasilitasi dengan menyediakan hotspot area di titik masyarakat yang sering berkumpul.

“Titik hotspot sudah ada 9 lokasi. Kalau CCTV sudah ada 25 titik, di mana per titik ada 4 sampai 6 kamera. Alhamdulilah sejauh ini bisa membantu kami dalam penanganan kriminalitas,” terangnya.

Upaya membangun smart village akan terus dilakukan Pemdes Kramat. Hal ini tidak lain dengan tujuan memberikan kemudahan pelayanan bagi semua warganya.

“Target kami di tahun 2023 mewujudkan kampung iklim dan desa digital yang bisa dicontoh oleh desa-desa lain,” tandas Boby. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.