Kudus Segera Miliki Gedung Trade Center Megah

oleh -1363 Dilihat

Kudus, isknews.com – Kudus sebagai salah satu kawasan perdagangan tersibuk di Pulau Jawa berpotensi menjadi pusat perdagangan (Trade Centre) yang berskala Internasional.

Keunggulan Kabupaten Kudus sebagai salah satu Kabupaten yang pro investasi di Jawa Tengah, hal itu dibuktikan dengan ditetapkannya Kabupaten Kudusa sebagai Kabupaten/Kota Pro Investasi peringkat IV (empat) dari 32 (tiga puluh dua) Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Letak geografis Kabupaten Kudus yang strategis serta jiwa pedagang yang di miliki warga Kudus menjadikan Kabupaten Kudus menjadi sentra perdagangan nasional yang memiliki mobilitas tinggi.

Dengan background tersebut Kudus sudah sepantasnya memiliki pusat perbelanjaan produk UMKM unggulan local dan pembangunan “Kudus Trade Center” hinggga  saat ini masih dalam masa pembangunan.

Pusat perbelanjaan yang bakal dinamai ‘Trade Center’ itu dibangun di area Terminal Induk Jati dengan alokasi anggaran untuk pembangunannya menelan biaya sebesar Rp 12,46 miliar.

Dibangun di atas tanah seluas 4.618 meter bangunan tersebut akan ada dua lantai.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Fasilitasi Perdagangan dan Promosi, Imam Prayitno menyampaikan, proyek Kudus Trade Center dikerjakan oleh PT Adrian Berliana Sakti itu memakan waktu selama 105 hari, terhitung sejak 14 September sampai 23 Desember 2017.

“Kudus Trade Center akan dibangun dua lantai, pada lantai satu proyeksi luas bangunannya 2.180 meter. Sedangkan pada lantai dua akan dibuat balkon bagian ruang tengah kosong. Proyek yang saat ini masih tahap awal pembangunan membutuhkan 516 tiang pancang,” jelasnya usai menjadi narasumber oada sebuah diskusi publik yang digelar oleh gabungan LSM, Kamis (28/9/17).

“Fasilitas yang tersedia, tidak hanya tempat untuk berjualan produk lokal Kudus, melainkan ada tempat istirahat serta kafe dengan pemandangan Gerbang  Kudus Kota Kretek (GKKK),” ujarnya.

Nantinya, kata dia, pusat perdagangan tersebut tidak sekadar mempromosikan produk lokal Kudus, melainkan ada produk lain yang akan ikut dipromosikan.

Ia berharap, pusat perdagangan tersebut bisa menjadi ajang untuk meningkatkan daya saing produk unggulan di Kudus.

Berdasarkan data Di Dinasnya para pedagang jenis  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kudus, jumlah UMKM di Kabupaten Kudus diperkirakan mencapai 12.000 unit tersebar di sembilan kecamatan.

Upaya pemerintah mempromosikan produk unggulan di Kudus, selama ini melalui pameran yang digelar satu tahun sekali. Namun, upaya tersebut belum memadai mengingat banyaknya jumlah UMKM serta gerai yang tersedia di pameran juga terbatas, kemudian muncul gagasan membangun pusat perdagangan untuk produk lokal

“Diharap target penyelesaian akan tepat waktu, pihak pelaksana harus pandai mengatur waktu, itu harapannya agar bisa selesai tepat waktu,” katanya. (YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :