Kudus Siapkan Skema MBG Pro Rakyat, Dorong Pasar Tradisional Kembali Ramai

oleh -551 Dilihat
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus menyiapkan skema pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpihak kepada masyarakat kecil. Program nasional yang diinisiasi Presiden terpilih Prabowo Subianto itu diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi anak sekolah, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat di tingkat bawah.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa Pemkab akan mengarahkan setiap Sekolah Penerima Bantuan Gizi (SPBG) agar membeli bahan pangan langsung dari warga sekitar.

“Kita harapkan SPBG nanti belanjanya di sekitar masyarakat. Ada telur, ayam, beras, dan sayuran yang bisa kita ambil dari petani, peternak, atau pedagang lokal,” ujarnya saat kunjungan kerja di Bali, Jumat (1/11/2025).

Sam’ani menilai, perputaran uang dari program MBG harus bisa dirasakan langsung oleh warga Kudus. Karena itu, ia mendorong agar pembelian bahan pangan tidak dilakukan dari luar daerah, melainkan di pasar-pasar tradisional dan warung rakyat sekitar sekolah.

“Kalau SPBG belanja di pasar-pasar tradisional, otomatis pedagang dan petani lokal ikut hidup. Kita ingin pasar yang selama ini sepi bisa kembali ramai,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Kudus akan menerbitkan surat edaran resmi kepada seluruh sekolah penerima MBG mulai 1 November 2025. Surat itu berisi imbauan agar sekolah membeli bahan pangan dari pelaku usaha lokal serta mengelola dana program secara transparan.

“Kita juga akan awasi rantai pasoknya agar benar-benar sesuai sasaran dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Untuk menjamin akuntabilitas, setiap SPBG akan dipasangi CCTV yang terkoneksi langsung dengan Pemkab, Polres, dan Kodim Kudus. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan pelaksanaan program.

“Ketua Satgas SPBG sudah kami tunjuk, yaitu Wakil Bupati Dita Putri Sabina Binton. Dengan CCTV yang terhubung, kita bisa pantau setiap hari agar pelaksanaan di lapangan berjalan baik,” tutur Sam’ani.

Pemkab Kudus juga akan melakukan konsultasi ke Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk mempercepat implementasi MBG di daerah. Menurut Sam’ani, selain menekan angka stunting dan meningkatkan gizi pelajar, program ini juga dapat menciptakan efek ekonomi berantai.

“Kita ingin MBG bukan sekadar bagi makanan bergizi, tapi juga jadi penggerak ekonomi rakyat. Semoga Kudus bisa jadi contoh sukses pelaksanaan MBG di daerah,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :